Managerial, sering identik dengan pemahaman
secara komprehensif dan utuh. Menyentuh seluruh aspek kehidupan, namun tetap
berpijak pada pengelolaan secara hati-hati, dimana para managerial kontemporer
menyebutnya sebagai lompatan suara hati yang terkadang lebih mengungguli dan
mendahului hitungan logika. Akan tetapi seperti halnya sebuah improvisasi yang
dikenal dalam dunia seni, spontanitas terbentuk bukan hanya faktor genetitas
yang dipoles oleh faktor ‘ketidak sengajaan’ saja, logika seni pun selalu
berpijak pada disiplin keilmuan yang ditata sedemikian rupa, dimana Mick, dalam
Koran Tempo, menyebutnya, kurang
lebih sebaiknya Anda tidaklah perlu bingung. Dalam berimprovisasi, pergilah
sejauh-sejauhnya sesuka Anda selama Anda bisa kembali lagi. Cak Nun (1998),
dalam Tombo Ati, menyederhanakannya, suarakanlah
lagumu secara serentak, namun sebaiknya Anda kembali sadar diri.
Pengetahuan managerial terbentuk bukan hanya
lompatan pendek yang sering terumuskan dalam bentuk POAC, akan tetapi
pengetahuan managerial terbentuk karena kesadaran yang intensif terus-menerus
untuk memperbaharui apapun yang terlihat kurang harmonis. Meskipun ada ungkapan
dalam sebuah beranda, bahwa kekuasaan tidaklah membutuhkan sebuah jabatan, akan
tetapi seremonial, legalitas, formalitas, seringkali menjadi cerminan dan
sebuah mahakarya karikatur yang mampir di setiap dialog brilian tak terkecuali semodel
acara Kick Andy sekalipun. Mereka
masih tetap bermakna selama masih dalam the
rule of game yang relative bisa diterjemahkan secara transparan ke dalam struktur dan
kultur budaya setempat. Managerial atau reformasi kebijakan memang sebaiknya
lintas geografis, waktu, atau lintas usia. Artinya konfigurasi managerial
selalu melihat kekuatan internal maupun eksternal. Langkah-langkah managerial selain
selalu proaktif, dinamis, dan fleksibel, selama mereka mampu dan mau untuk
menata dunia mikro dan makro yang sering disebut sebagai read for improving the knowledge, mereka sebenarnya tidak jauh
berbeda dengan langkah-langkah para pencinta bola yang bisa dipasang,
ditempatkan, dan dimainkan di lapangan lepas. Mereka selalu memperkuat kekuatan
positioning, tak terkecuali
langkah-langkah cerdas Kiper Columbia Rene yang merangkap sebagai striker, hingga bola pun masuk gawang. Namun
selama tak melanggar the rule of game
atau aturan main, sebaiknya kekagetan luar biasa dari seluruh penonton
dimanapun adanya maupun apapun negaranya selayaknya bisa diapresiasi
sebaik-baiknya.
Not sure are without knowledges and experiences. Tidak hanya dilandasi pengetahuan dan pengalaman
semata, kreativitas lagi-lagi bukan hanya karena sebuah kewajiban, akan tetapi
kreativitas maupun aktivitas terbentuk karena kesadaran diri yang kuat, dalam
membaca dunia mikro maupun dunia makrokosmos yang bergerak maju merayap namun
pasti. Dimanapun, siapapun, kapanpun, sebuah kualitas atau kemahiran dalam
menyambut pergerakan dunia, sangat bergantung pada kesungguhan dalam memerankan seluruh
peran, dimana Covey dan Berg memperlihatkannya sebagai sebuah langkah
cerdas dalam me-reinform. [AF]