Sebenarnya
bukan mereka yang nampak di pinggiran laut malam itu. Meskipun jalan menuju
wajah lautan itu mesti ditempuh sejumlah jalan, sejumlah pemandangan, hingga
sejumlah suasana, kehadiran mereka
sebenarnya ingin menyapa langit. Namun sebab error things, sebenarnya malam sangat baik juga untuk mengendarai
kendaraan putar berbalik atau mendengarkan berbagai syair dan lirik yang nyaris
menyentuh berbagai aliran yang datang dari berbagai penjuru. Cukup mendengarkan
saja, katanya adalah sebuah langkah yang sangat bijaksana untuk menghadapi
suasana saat itu. Meskipun aktivitas berolah raga dan aktivitas berkesenian
belum nampak, sebab sunset belum
menunjukkan keberadaannya, mengambil picture
di malam hari pun bukanlah langkah yang tepat dan langkah yang cukup bijaksana.
Untuk melelapkan mata yang kantuk, sudahlah cerita bayangan bergentanyangan yang
cukup hadir dalam sebuah dongengan. Setback
berpikir mundur pun terkadang lebih menguatkan tentang sebuah perjalanan
beberapa tahun lalu itu. Apalagi agenda untuk volley games playing, sudah waktunya beberapa saat lagi, untuk
sekadar melupakan agenda menangkap sejumlah barang yang bergantungan di atas.
Mereka bukan apa-apa, mereka sekadar pribadi-pribadi biasa bentukan sejarah
sepanjang zaman dan periode.
Suara burung nyaris tak
terdengar saat itu. Selain karena mengukir dan mematung sudah merupakan bagian
dari sks, bango merupakan sejenis
burung yang sangat jauh berbeda dengan lebah. Burung yang biasa berada di pesisir
lautan itu biasanya menjelajahi tempat tidak hanya memperluas pemandangan dan
suasana, burung yang biasa berkelompok ini pun terkadang lebih memperkaya
suasana lautan. Sangat berbeda dengan lebah, lebah tak hanya menghasilkan suara
yang khas, akan tetapi lebah pun menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi seluruh
badan. Malam, saat itu seperti malam-malam lainnya. Disneyland, Hollywood,
Dufan, seolah-olah terlupakan dan yang hadir hanyalah sebuah lingkaran para
penjelajah di sebuah lembah menjelang sunset,
namun untuk mengatakan sesuatu tentang apapun cukuplah mereka yang sudah tak
sengaja melihat, mendengar, dan merasakan tentang apapun yang hilir mudik
menghantui, mencolek, menghibur, memperluas, dan lebih menguatkan. [AF]