Tingginya hampir 13 centimeter. Yang terlihat
hanyalah sebuah tutup botol berwarna oranye menutupi empat sisi berlubang,
membentuk empat sisi bersiku, menutupi cerita tiga siku sisi kiri kanan dan
belakang, di bawahnya terbentang lapang sebuah bentukan meja coklat muda berukuran
sekitar 50 x 100 meter. Sekilas yang
terlihat hanyalah sebuah kotak kecil mungil yang terlihat dari jarak ratusan
hingga ribuan meter. Namun menyelam ke dasar air jernih sekitar 2 meter lebih
adalah sebuah Score Effect for the Club Energy.
Hampir saja melingkar bentuknya. Akan tetapi
terlihat dari barat, melesat berlawanan kegagahan anak muda usia belasan tahun
itu seolah menembus suasana puluhan tahun lampau dengan sepeda antiknya ke
sebuah pedesaan. Menghampa. Malam seakan menjadi siang, siang seolah berganti
malam, lautan seakan berpindah tempat, sebuah pertunjukan balapan dunia bukan
hanya terpampang dalam sebuah layar tv, layar tancap berganti bioskop, hampir
seukuran baligo mewah menandingi sebuah bendera yang hanya berkibar pada
moment-moment tertentu. Dari kejauhan sepertinya pohon-pohon membisu. Sepertinya
membaca peta yang berada di tempat manapun tak kalah menariknya dari apapun.
Tak peduli hujan, omelan waktu, desahan seorang perawat gigi, antrian pengunjung
cinema malam beberapa tahun lalu, atau tentang hilir mudiknya para pengembara
waktu dengan sejumlah tata bahasanya. Dunia lagi-lagi terbentuk oleh sejumlah
pragmatism dan ikhtiar yang tak berkesudahan.
Formasi dan langkah-langkah catur pun semakin
menunjukkan kejelasannya pada tingkat kejelasan para penjelajah the secret literature semata. Dan
matanya menyipit, karena langkah-langkah para pengembara semakin menunjukkan
kegagahannya pada ruang dan waktu yang semakin fleksibel lentur pada
kesemestaan alam yang begitu melebar dan meluas. Meskipun
terkadang mimpi memiliki logikanya sendiri dengan kenyataan, akan tetapi sebuah
mimpi selalu menghendaki formasi cerita yang nyaman, halus, dan melegakan pada
konfigurasi suasana yang maha luas dan tak mudah diperkirakan. [AF]