Seluruh aktivitas kemanusiaan memang bukan hanya saja berusaha semaksimal
mungkin untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM. Dulu ada ungkapan, “Tak kenal maka tak sayang”. Namun bekerja
pun merupakan ibadah. Untuk memahami begitu luasnya nilai ibadah, memang tidak
hanya cukup berhenti pada sisi pemahaman semata. Siapapun berhak menterjemahkan
pemahaman tersebut melalui aneka bentuk aktivitas yang lebih bermakna dan
sederhana, baik itu melewati ruang, waktu, maupun tenaga.
Beberapa hasil penelitian terdahulu mengingatkan bahwa tingkat kesadaran
seseorang itu bergantung pada berapa usia seseorang itu sedang dilakoninya.
Misalkan seandainya seseorang itu berusia 25 tahun, maka tingkat kesadarannya
itu mencapai 25 menit saat seseorang tersebut fokus pada aktivitas yang sedang
dijalaninya. Kemampuan dan kekuatan merekam informasi hingga menterjemahkan
informasi tersebut, kemudian bergantung pada metode seseorang pakai dan tentu
saja kelebihan dan kekurangan yang ada pada genetitas seseorang, rentetan pengalaman,
dan lingkungan terdekat yang menguatkannya. Dalam quantum learning, selanjutnya metode musikalisasi sangat efektif
untuk meningkatkan dan mempertahankan kesadaran seseorang disamping menyadari
aktivitas jantung sebagai pusat aktivitas biologis dan pensuplai darah ke
berbagai sel-sel sebagai pembentuk keseluruhan aktivitas. Musik barok dengan
tempo moderato yang agak tenang, disinyalir mampu
mempertahankan dan menenangkan aktivitas jantung, saat seseorang berada pada
aktivitas yang sangat berat. Hal penting
lainnya tentu saja memahami waktu, situasi, dan kondisi lingkungan eksternal
luar sangat baik untuk bagaimana seseorang mengambil keputusan dan berlaku
bijak dalam melakukan sebuah aktivitas. Akan tetapi sebuah penelitian memang tidak
hanya berhenti disitu saja. Selain fenomena alam dan fenomena sosial yang selalu relative berubah-ubah, unsur-unsur penelitian
terkini sampai faktor ketidaksengajaan seringkali dinilai sedikit banyak turut andil dalam membentuk keseluruhan
aktivitas. Selebihnya, andil Yang Maha Kuasa,
memang sangat besar pengaruhnya dalam setiap ketentuan dan keseluruhan aktivitas.
Aktivitas mempertahankan dan menjaga kondisi biologis memang teramat
penting. Sebab hanya dengan kondisi tubuh yang kuatlah, apapun aktivitasnya,
atas ridhoNya, keseluruhan aktivitas tersebut akan relative mudah diatasi. Aktivitas
akan dinilai sukses, manakala: 1. Hasil produktivitas
berupa materi immaterial semakin bermanfaat dan bermakna, 2. Kondisi financial
relative lancar, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan, 3. Rekan usaha semakin meningkat dan
berkualitas, 4. System dan regenerasi kepemimpinan semakin kokoh dan menguat, 5. Partisipasi
ikut serta dan kesadaran seseorang dalam memahami dan berusaha memberikan
solusi jawaban atas seluruh permasalahan semakin perlahan-lahan meningkat, dan 6. Interaksi
dan harmonisasi antara sang Pencipta, alam semesta, serta aktivitas kemanusiaan
semakin terbaca, kuat dan harmonis. [af]