Statistik Blog

Selasa, 18 Februari 2014

Human System Community


 
            Jodoh, rezeki, dan akhir sebuah perjalanan, adalah beberapa misteriusitas yang selalu menghantui dan terus menghantui siapapun, kapanpun, dan kemanapun. Meskipun setiap mahluk hidup kenyataannya terlahir menyendiri dan kelak dalam alam kubur pun konon menyendiri, akan tetapi pesan-pesan keilahian pun mengingatkan lebih luas lagi bahwa alam pun menunjukkan berbagai macam pasangan dan karakteristiknya. Ada siang ada malam, ada suka ada duka, ada sukar ada mudah, dan ada kaya, ada miskin. Selain sebagai pilihan dan sebuah kenyataan, mereka masing-masing berjalan dan memiliki iklim tersendiri, disamping terikat oleh waktu dan ruang, melewati dialektika historika dan kreativitas yang terus menerus beregenerasi meninggalkan eksistensi nilai dan relativitas absolutism makna dalam sebuah pesan-pesan tersirat maupun tersurat.
            Kualitas pun sudah semestinya terus meningkat. Sadar maupun tak sadar mereka dapat terlihat dari fluktuasi statistik angka-angka maupun reaksi emosional biologis alam mikro maupun makro, manakala struktur dan karakteristik alam sekitarnya  menampilkan karakteristik sesungguhnya yang beraneka ragam. Maka beruntunglah mereka yang memiliki system nilai, dan memiliki komitmen serta konsistensi yang tinggi untuk menjalani nilai-nilai tersebut. Pesan-pesan Yang Maha Kuasa selalu mengingatkan, bahwa sesungguhnya keberadaan manusia itu selalu berada dalam kerugian. Terkecuali mereka yang selalu yakin, menjaganya, berwasiat dalam kebenaran, dan berwasiat dalam kesabaran. Bagi para pelajar, mereka mesti terus meyakini bahwa mempelajari ilmu pengetahuan itu sungguh teramat penting sebagai bekal kelak untuk menemani dirinya maupun dalam menghadapi riak gelombang kehidupan yang sulit diprediksi. Bagi para pekerja, mereka mesti terus memahami bahwa bekerja itu bukan hanya semata-mata sebagai tuntutan moral dan memupuk angka-angka nominal untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari semata, akan tetapi mereka mesti terus sadar bahwa bekerja pun merupakan upaya untuk membangun dan merawat system dan lingkungan kerja yang dapat mensejahterakan satu sama lainnya.
            Akan tetapi meyakini dan menjalani semua itu  memang tidak mudah seperti halnya membalikkan kedua telapak tangan. Mereka perlu kesadaran, kesabaran, dan tentunya sebuah keberanian untuk terus menerus mempertanyakan kekuatan dan kelemahan sebuah organization system maupun human system sebagai sebuah satu kesatuan yang saling mempengaruhi. Itulah mengapa berlomba-lomba dalam kebaikan, adalah satu alasan lainnya untuk tak segan-segan melangkahkan lagi kaki ke setiap penjuru tempat. Meskipun dunia semakin maju, hanya dengan memijit-mijit angka-angka tertentu pada alat komunikasi tercanggih, komunikasi pun berjalan seolah waktu dan jarak bukan lagi sebuah masalah,  namun menghitung langkah ke tempat-tempat yang bernilai dan memiliki makna tersendiri,  bukan hanya memperluas dokumentasi artistik, dalam Quantum Learning,  mereka dinilai sebagai para pelangkah cerdas dalam upaya memperluas zona nyaman. [af]