TIKUS adalah sejenis binatang. Tikus, binatang pemakan keju-kejuan ini, seringkali kita jumpai di
jalanan, rumah-rumah, atau di lubang-lubang yang jauh dari hingar-bingar dan
lalu lalang keramaian. Karakteristiknya yang cekatan, waspada, dan selalu
mencari tempat-tempat yang sunyi dan tersembunyi, tikus pun mampu
meregenerasikan genetitas sejenisnya, seperti halnya yang dilakukan binatang-binatang
jenis karnivora lainnya. Untuk menyelamatkan generasinya, tak sungkan-sungkan
tikus mampu memindahkan anak-anaknya ke tempat yang lebih nyaman hanya dengan
gigitan sekitar kepalanya seperti halnya yang dilakukan binatang sejenis
kucing. Tikus, yang masih berwarna merah pun, diyakini masyarakat umum mampu
mengembalikan kondisi tubuh agar tetap kuat. Karakteristiknya yang unik itu, siapa
sangka tikus dapat menjadi ide brillian yang dapat menghidupkan dunia perfilman
sekelas layar lebar dunia. Sebut saja misalkan kreativitas
produk kartun Disney seperti Mickey Mouse, atau Tom and Jerry yang
sudah akrab di setiap pemirsa dewasa hingga pemirsa anak-anak.
Selain bisa diketemukan di
kebun-kebun binatang, berbeda dengan tikus,
ular pun
seringkali bisa diketemukan di sungai-sungai atau lautan lepas. Ukurannya yang
mini hampir mirip dengan cecak hingga berukuran hampir seperti pohon kelapa,
ular pun mampu hidup bertahun-tahun lamanya seperti halnya unta mampu menyimpan
air dalam kantung seperti pada tembolok ayam dalam jangka
waktu hampir berbulan-bulan lamanya. Ular pun memiliki warna yang berbeda-beda.
Hampir seperti warna pelangi atau warna tambang hitam putih, ular, selain
binatang yang cukup ditakuti, ternyata tak sedikit diantara mereka yang
menyukainya bahkan memeliharanya seperti
binatang-binatang ternak dan binatang familiar lainnya semisal monyet, iguana, atau kelinci. Tak jauh berbeda dengan
tikus, icon ular pun seringkali mampir di
layar-layar kaca atau layar lebar film, hanya untuk memperkuat karakteristik sebuah film atau karakteristik sebuah tokoh utama. Bahkan untuk produksi-produksi makanan dan
minuman pun, nama snack yang hampir
bermakna ular itu, sudah menjadi makanan ringan
dengan beratus-ratus produk yang telah diproduksi hingga menyebar
ke seluruh penjuru dunia.
Rasanya setiap orang sudah tidak
asing lagi dengan binatang berjenis burung. Binatang yang mempunyai sayap dan
mampu terbang bermil-mil jaraknya ini, ternyata selain memiliki kekayaan diferensiasi
artistik warna, burung ternyata memang memiliki kekayaan jenis-jenis suara yang
khas sesuai dengan karakteristik dan nama spesies burung yang dapat diketemukan
di tempat manapun. Burung beo misalkan, burung berukuran hampir 30 (tiga puluh)
centimeter ini, mampu menirukan jenis suara manusia yang hampir serupa dengan karakteristik suara yang
diperdengarkan pada binatang ini, yang mana burung berpelatuk agak runcing ini,
lebih sering tinggal di jeruji sangkar-sangkar hanya
untuk dipelihara, pun
terkadang burung berwarna hitam ini
sering dijadikan
sebuah media yang mampu meraup sejumlah uang atau jenis penghargaan lainnya. Woddy
Woodspeaker misalkan, burung kartun rekaan produksi
barat sana, selain mampu berkompetisi
rating,
jelas film kartun ini mampu menyebarkan isi dan alur
cerita yang mampu menginspirasi produksi-produksi
film semisalnya. ***