Statistik Blog

Selasa, 21 Januari 2014

Prestasi

 

Disamping sebagai sumber ketenangan dan kenyamanan, uang pun masih tetap disinyalir sebagai alat ‘tukar’ abad terkini dan masih terus menjadi topik yang terus menghangat. Selain karena uang adalah sejenis benda berharga berbentuk logam dan berbentuk kertas yang terus dicari, disimpan, dan dialirkan untuk kebutuhan sehari-hari dan kepentingan yang lebih luas lagi, uang pun tentu saja merupakan sesuatu hal yang selalu misteri dan sebuah bahasa universal yang senantiasa menghubungkan satu hal dengan hal lainnya. Dan justru karena kemisteriusan inilah uang selalu ditempatkan pada prioritas sejajar atau prioritas yang lebih tinggi di setiap aktivitas dan di setiap akhir aktivitas, dimana itu semua tidak jauh berbeda dengan  kebutuhan mendesak lainnya seperti healthy lifing, updating for fashion lifing, updating for intellectual lifing,  atau other updating lainnya yang memperlancar aktivitas pribadi maupun aktivitas Grup atau Kelompok.

Jumlah uang yang beredar dan menetap di setiap lembaga atau instansi pun hingga kini tentunya memang melebihi jumlah penduduk dunia. Ini artinya bahwa uang dan penduduk dunia relative kondusif untuk saling berinteraksi satu sama lainnya untuk mempekerjakan barang dan memanfaatkan barang tersebut untuk kebutuhan mendesak seperti kebutuhan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui apresiasi ilmu pengetahuan maupun melalui apresiasi program kesehatan, kebutuhan perbaikan Infrastruktur bangunan, jalan-jalan, ataupun sarana taman dan rekreasi lainnya yang memperlancar dan mendukung aktivitas fisik (raga) dan aktivitas mental (jiwa) tersebut. Untuk mendapatkan uang pun, memang banyak cara yang mesti ditempuh.

Bekerja secara otonom ekonomis merupakan cara atau jalan yang sudah lama ditempuh oleh sebagian penduduk dunia. Seandainya dihitung secara statistik, jumlah pekerja di berbagai sektor dan usaha jasa selalu terus meningkat, stagnan, dan cenderung beralih profesi menuju tingkat yang lebih mapan dan lebih sejajar. Dan tidak sedikit dari sebagian mereka sejenak mempelajari hal-hal yang dibutuhkan dunia kerja secara otodidak mandiri maupun melalui jalur pendidikan secara singkat dan dapat dipertanggungjawabkan keberadaan ilmu pengetahuannya tersebut.  Bekerja secara sosial pun seringkali dilakukan oleh sebagian penduduk dunia. Dan bekerja secara sosial selalu identik dan selalu sejajar menampung dan mendayagunakan kekuatan real di lapangan yang konfigurasinya masih belum tertata dengan baik dan cenderung stagnan tidak berkembang wajar sebagaimana mestinya. Orientasi dan kekayaan kepentingan yang kompleks dan heterogen yang sering ditemukan di lapangan tersebut pun, seringkali menjadi sebuah tantangan bagi para pekerja sosial. Cash flow atau arus kas keuangan pun biasanya dapat diukur secara logika sederhana maupun logika pada umumnya sebagai alat untuk mengetahui secara jelas darimana uang itu datang dan kemana uang itu berputar. [AF]