Disamping sebagai sumber ketenangan dan kenyamanan, uang pun masih tetap disinyalir
sebagai alat ‘tukar’ abad terkini dan masih terus menjadi topik yang terus
menghangat. Selain karena uang adalah sejenis benda berharga berbentuk logam dan
berbentuk kertas yang terus dicari, disimpan, dan dialirkan untuk kebutuhan
sehari-hari dan kepentingan yang lebih luas lagi, uang pun tentu saja merupakan
sesuatu hal yang selalu misteri dan sebuah bahasa universal yang senantiasa
menghubungkan satu hal dengan hal lainnya. Dan justru karena kemisteriusan
inilah uang selalu ditempatkan pada prioritas sejajar atau prioritas yang lebih
tinggi di setiap aktivitas dan di setiap akhir aktivitas, dimana itu semua tidak
jauh berbeda dengan kebutuhan mendesak
lainnya seperti healthy lifing, updating for fashion lifing, updating for intellectual lifing, atau other
updating lainnya yang memperlancar
aktivitas pribadi maupun aktivitas Grup atau Kelompok.
Jumlah uang yang beredar dan menetap di setiap lembaga atau instansi pun hingga
kini tentunya memang melebihi jumlah penduduk dunia. Ini artinya bahwa uang dan
penduduk dunia relative kondusif untuk saling berinteraksi satu sama lainnya
untuk mempekerjakan barang dan memanfaatkan barang tersebut untuk kebutuhan
mendesak seperti kebutuhan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui
apresiasi ilmu pengetahuan maupun melalui apresiasi program kesehatan, kebutuhan
perbaikan Infrastruktur bangunan, jalan-jalan, ataupun sarana taman dan
rekreasi lainnya yang memperlancar dan mendukung aktivitas fisik (raga) dan aktivitas
mental (jiwa) tersebut. Untuk mendapatkan uang pun, memang banyak cara yang mesti
ditempuh.
Bekerja secara otonom ekonomis merupakan cara atau jalan yang sudah lama
ditempuh oleh sebagian penduduk dunia. Seandainya dihitung secara statistik, jumlah
pekerja di berbagai sektor dan usaha jasa selalu terus meningkat, stagnan, dan cenderung
beralih profesi menuju tingkat yang lebih mapan dan lebih sejajar. Dan tidak
sedikit dari sebagian mereka sejenak mempelajari hal-hal yang dibutuhkan dunia
kerja secara otodidak mandiri maupun melalui jalur pendidikan secara singkat
dan dapat dipertanggungjawabkan keberadaan ilmu pengetahuannya tersebut. Bekerja secara sosial pun seringkali dilakukan
oleh sebagian penduduk dunia. Dan bekerja secara sosial selalu identik dan selalu
sejajar menampung dan mendayagunakan kekuatan real di lapangan yang konfigurasinya masih belum tertata dengan
baik dan cenderung stagnan tidak berkembang wajar sebagaimana mestinya. Orientasi
dan kekayaan kepentingan yang kompleks dan heterogen yang sering ditemukan di
lapangan tersebut pun, seringkali menjadi sebuah tantangan bagi para pekerja sosial.
Cash flow atau arus kas keuangan pun
biasanya dapat diukur secara logika sederhana maupun logika pada umumnya
sebagai alat untuk mengetahui secara jelas darimana uang itu datang dan kemana
uang itu berputar. [AF]