Statistik Blog

Sabtu, 25 Januari 2014

Membentuk Kualitas?

 
 
            Kebutuhan, tugas, peran, nilai-nilai kepercayaan, biasanya kekuatan yang selalu menggerakkan manusia untuk selalu beraktivitas. Seakan sudah menjadi sebuah kebiasaan, hal itu sepertinya sudah tidak banyak lagi untuk dipertanyakan. Padahal berpikir sesaat untuk menilai kembali baik-buruknya aktivitas atau tekun berlatih dan mempelajari pengetahuan terkini menurut beberapa ahli nilainya jauh lebih besar daripada melakukan sesuatu tanpa ilmu pengetahuan. Dalam teori managemen, perencanaan, pengorganisasian, aktualisasi aktivitas, dan pengawasan aktivitas termasuk evaluasi aktivitas adalah hal yang tidak boleh diabaikan dalam membangun sebuah kualitas pribadi maupun sebuah kelompok.    
            Manusia memiliki kelebihan lebih tinggi dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Kemahirannya berbahasa dan mengapresiasi bahasa tersebut, manusia ternyata mampu memproduksi dan mereproduksi kembali kekayaan alam yang sudah tersedia sedemikian rupa. Produk fashion pakaian, produk makanan-minuman, produk teknologi informasi seperti komputer, handphone, televisi, hingga produk kependidikan seperti bahan pustaka buku-buku, koran, majalah, hingga alat-alat hiburan seperti alat musik instrumentalia, merupakan hasil kreasi manusia yang telah melewati waktu yang cukup lama. Kualitas produktifitas hingga nilai peradaban, kemudian terus menetap, beralih atau terus berpindah-pindah pada setiap wilayah dan tempat sesuai dengan tingkat kekonsistenan suatu sistem untuk terus-menerus menjaga dan merawatnya sebaik-baiknya.
            Membentuk kualitas? Kualitas memang harus terus dibentuk agar selalu siap siaga menyambut perputaran dunia beserta dampaknya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah seharusnya menjadikan kehidupan manusia lebih mudah, nyaman, simple sederhana, dan selalu terbuka lebar untuk berinteraksi dengan makhluk lainnya secara hidup tentram dan damai. Konflik, perbedaan pendapat, seringkali dianggap wajar dalam berkehidupan sebagai bagian dari proses pendewasaan diri dan sebuah dinamika dalam membangun dan saling memahami diantara satu sama lainnya. Dan pembentukan kualitas biasanya bisa saja melewati sebuah pertemuan non formal maupun formal secara terus menerus dan terus terjaga. Sebagai seseorang yang memiliki kepercayaan biasanya mereka menghadapi pertemuan religius secara berkala maupun dalam pertemuan rutin di sebuah lingkungan terkecil bernama keluarga. Tantangan selanjutnya, kapanpun dan dimanapun dalam membangun sebuah kualitas, biasanya terletak pada pembentukan dan memahami program kegiatan yang baik dan sederhana namun memiliki dampak yang cukup luar biasa untuk kepentingan bersama.  Menurut beberapa penelitian, perusahaan-perusahaan besar dan ternama di Barat, mereka sukses, terlebih dahulu berawal dari pembentukan kualitas di sebuah lingkungan keluarga. Pembentukan keluarga, disamping pembentuk diri, bagi mereka adalah hal yang sangat-sangat berharga. Kehidupan mereka biasanya tidak jauh dari aktivitas membaca literatur pustaka, menghadiri pertemuan-pertemuan ilmiah, menjaga pola makan empat sehat lima sempurna, berolahraga secara teratur, menjaga dan merawat barang-barang inventaris, studi tour, membangun lingkungan dan mitra kerja yang sehat, atau menghindari stress dengan hiburan yang ringan dan terjangkau. [af, dari berbagai sumber]