Statistik Blog

Kamis, 30 Januari 2014

Filosofi Air



            Karakteristik air itu memang kaya. Air selalu diam pada dataran yang rata, ia selalu mencari tempat yang lebih rendah, dalam kedalaman yang tinggi, air akan menampakkan kejernihannya yang amat sangat. Kalau berkunjung ke lautan lepas, warna hijau yang terlihat dilautan lepas, cukup menunjukkan bahwa warna biru lautan, dalamnya lebih tinggi daripadanya dan hanya diketemukan ditengah-tengah lautan. Selain karena efek kandungan garam, karena efek herbivora lautan semisal terumbu karang pun, warna dan rasa air lautan cukup nyaman dilihat dan cukup bersahabat dirasakan.

            Air pun sering dianalogikan dan diibaratkan dengan salah satu sifat manusia. Dalam kepercayaan dan tradisi jawa, mereka yang lahir pada hari tertentu, memiliki dan berkarakteristik laksana air. Dalam tafsir selanjutnya, mereka yang lahir pada hari itu identik memiliki sifat rendah hati dan selalu gemar berkunjung dan bersahabat dengan kasta dan rakyat golongan terbawah. Lepas dari prokontra pandangan, dalam Dunia Sofie, menurut dialog para filosofi klasik semisal Socrates, Plato hingga Aristoteles, air adalah sumber kehidupan selain udara, tanah, dan api. Kalau kita perhatikan dalam peta sesungguhnya, komposisi air hampir menyeimbangi daratan yang membentuk sebuah pulau. Air pun, seringkali identik dan disejajarkan dengan ilmu pengetahuan sebagai wujud dan bentuk yang menerangkan ilmu pengetahuan tersebut. Air, selain membentuk lautan samudera, air ibarat sebuah tinta yang cukup luas dan maha kaya.

            Film The Under Water World, Entrapment, The Ten of Comendement, adalah beberapa maha karya produk impor yang cukup meramaikan dunia perfilman pribumi sekitar akhir tahun 90-an dan awal tahun 2000-an. Selain sedikit banyak melibatkan dan berlatar kehidupan di air, Kevin Costner, salah satu pemeran utama Dunia Air cukup brilian memerankan bagaimana beradaptasi dengan kehidupan samudera lepas yang penuh dengan tantangan dan rintangan. Akan tetapi untungnya, selain memiliki keberanian, Kevin ditakdirkan memiliki insang, seperti halnya insang yang dimiliki oleh ikan. Selain mampu mengatasi berbagai persoalan di atas air, Kevin tentu saja merasa cukup nyaman hidup di dalam air. Perjuangan untuk menemukan sebuah pulau impian penuh imajinasi kemewahan yang dibangun oleh kawan dan lawannya, bagi Kevin kehidupan samudera lepas adalah sebuah kehidupan yang tak kalah menariknya. Pada akhirnya Kevin kembali ke samudera lepas melepaskan berbagai macam impian dan imajinasi yang mengikutinya. [af]