Karakteristik
air itu memang kaya. Air selalu diam pada dataran yang rata, ia selalu mencari
tempat yang lebih rendah, dalam kedalaman yang tinggi, air akan menampakkan
kejernihannya yang amat sangat. Kalau berkunjung ke lautan lepas, warna hijau yang
terlihat dilautan lepas, cukup menunjukkan bahwa warna biru lautan, dalamnya lebih
tinggi daripadanya dan hanya diketemukan ditengah-tengah lautan. Selain karena
efek kandungan garam, karena efek herbivora lautan semisal terumbu karang pun, warna
dan rasa air lautan cukup nyaman dilihat dan cukup bersahabat dirasakan.
Air
pun sering dianalogikan dan diibaratkan dengan salah satu sifat manusia. Dalam kepercayaan
dan tradisi jawa, mereka yang lahir pada hari tertentu, memiliki dan
berkarakteristik laksana air. Dalam tafsir selanjutnya, mereka yang lahir pada
hari itu identik memiliki sifat rendah hati dan selalu gemar berkunjung dan bersahabat
dengan kasta dan rakyat golongan terbawah. Lepas dari prokontra pandangan, dalam
Dunia Sofie, menurut dialog para
filosofi klasik semisal Socrates, Plato hingga Aristoteles, air adalah sumber kehidupan
selain udara, tanah, dan api. Kalau kita perhatikan dalam peta sesungguhnya,
komposisi air hampir menyeimbangi daratan yang membentuk sebuah pulau. Air pun,
seringkali identik dan disejajarkan dengan ilmu pengetahuan sebagai wujud dan
bentuk yang menerangkan ilmu pengetahuan tersebut. Air, selain membentuk lautan
samudera, air ibarat sebuah tinta yang cukup luas dan maha kaya.
Film
The Under Water World, Entrapment, The Ten of Comendement, adalah beberapa maha karya produk impor
yang cukup meramaikan dunia perfilman pribumi sekitar akhir tahun 90-an dan
awal tahun 2000-an. Selain sedikit banyak melibatkan dan berlatar kehidupan di air,
Kevin Costner, salah satu pemeran utama Dunia Air cukup brilian memerankan bagaimana
beradaptasi dengan kehidupan samudera lepas yang penuh dengan tantangan dan
rintangan. Akan tetapi untungnya, selain memiliki keberanian, Kevin ditakdirkan
memiliki insang, seperti halnya insang yang dimiliki oleh ikan. Selain mampu
mengatasi berbagai persoalan di atas air, Kevin tentu saja merasa cukup nyaman
hidup di dalam air. Perjuangan untuk menemukan sebuah pulau impian penuh
imajinasi kemewahan yang dibangun oleh kawan dan lawannya, bagi Kevin kehidupan
samudera lepas adalah sebuah kehidupan yang tak kalah menariknya. Pada akhirnya
Kevin kembali ke samudera lepas melepaskan berbagai macam impian dan imajinasi
yang mengikutinya. [af]