Statistik Blog

Sabtu, 07 Desember 2013

Langkah-Langkah Cerdas


 
          Sejak dulu hidup memang tidak seperti sebuah kotak. Einstein, Fisikawan asal Jerman itu pernah berpendapat bahwa tidak mungkin Tuhan bermain dadu dalam menciptakan alam semesta ini. Tidak mungkin Tuhan asal-asalan dalam membentuk alam semesta ini. Alam semesta menurut penemu teori relativitas ini diciptakan begitu sangat tertib  dan sangat teratur. Mereka yang sering disebut sebagai mahluk ciptaan itu begitu tunduk patuh dan konsisten terhadap ketentuan-ketentuan alam. Matahari terbit terbenam di sebelah timur dan barat, malam berganti siang silih berganti untuk menandakan waktu mencari penghidupan dan waktu beristirahat, dan usia diam-diam terus merangkak naik untuk menandakan betapa hidup terus bergerak maju meninggalkan bekas-bekas sejarah untuk dijadikan cermin bagi peningkatan dan kelangsungan hidup selanjutnya. Dalam dunia pendidikan belajar menghadapi kehidupan sering dijadikan sebagai bagian dari belajar sepanjang waktu, atau learn for lifing or life for learning. Bahkan dalam Quantum Learning, belajar adalah aktivitas yang sangat menyenangkan dan tidak begitu membosankan karena dunia internal (dalam) dan dunia eksternal (luar) dibentuk sedemikian rupa sehingga tercipta keharmonisan dan kedinamisan yang luar biasa. Mereka berusaha saling memahami dan meningkatkan kualitas serta kemampuan dirinya masing-masing untuk menghadapi fenomena alam dan fenomena sosial yang dinamis dan terus bergerak maju.            
            Suasana dan kondisi kejiwaan seseorang memang bertingkat-tingkat sama halnya dalam menyerap, mentransfer, maupun mendayagunakan kembali ilmu pengetahuan yang diperolehnya. Untuk  menghadapi seorang anak-anak, memang harus bertingkah seperti anak-anak agar dapat difahami dunianya, untuk menghadapi seorang remaja memang harus memahami dunia remaja, dan untuk memahami dunia dewasa, memang juga harus terus mendalami dunianya orang dewasa. Sebab seorang anak-anak, tentu saja belum pernah mengalami dunianya remaja dan dunianya orang dewasa. Akan tetapi sebaliknya, dunia remaja dan dunia dewasa, mereka tentu saja pernah mengalami masa kanak-kanak. Interaksi, komunikasi, atau tukar-menukar informasi secara terus-menerus dan berkala, kemudian menjadi sesuatu hal yang penting untuk memahami satu sama lainnya. Pemahaman, kemudian, bukan hanya berorientasi pada aspek kesejahteraan dan keseimbangan financial semata, namun bermuara pada kekuatan mental spiritual atau kekuatan jiwa dan raga dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan yang terkadang begitu rumit dan terkadang susah untuk dimengerti. Namun memang harus percaya dan yakin, bahwa seberat apapun beban, tentu saja sesuai dengan kadar kemampuan seseorang. Dalam filosofi lidi, lidi satu memang sukar dan agak lama untuk membersihkan kotoran yang berserakan. Namun seandainya lidi-lidi itu dikumpulkan, maka akan terbentuk sapu nyéré yang tentu saja sangat mudah dan tak lama untuk membersihkan kotoran-kotoran tersebut. Dulu ada sebuah pendapat bahwa sekalipun keburukan yang terorganisir, mereka akan tetap jaya, dibandingkan dengan sesuatu yang terkesan baik namun tidak terorganisasi sama sekali. Mereka bersifat instan, sekadar muncul beberapa lama, untuk kemudian lenyap kembali dan tidak bersifat abadi.
            Seperti halnya sebuah perangkat komputer, sebuah organisasi akan kuat, kokoh, dan sehat seandainya komponen-komponen seperti Keyboard, Monitor, CPU otaknya komputer, RAM, ROM, Hardisk untuk menyimpan data, dan Printer untuk output data,  berada dalam kondisi fit dan prima. Namun seandainya salah satu komponen tersebut lemah atau tidak berfungsi, maka tentu saja komputer tersebut tidak berjalan, lemah, atau sakit yang akan berdampak buruk bagi aktivitas lainnya. Atau seperti sebuah anatomi tubuh manusia,  ketika kaki terinjak, tentu saja refleks spontan komponen-komponen lainnya ikut kaget. Mulut akan spontan bersuara, jantung akan turut berdetak cepat, atau suasana hati akan lebih memanas. Ini artinya bahwa merawat dan memelihara keberadaan komponen atau anatomi tersebut memang sangatlah penting dan wajib. Atau seperti dalam trias politica atau ilmu kenegaraan, sebuah negara akan kuat dan kokoh seandainya Eksekutif (badan pelaksana), Legislatif (badan pembuat peraturan), dan Yudikatif (badan pengawas) berjalan secara harmonis. Ini artinya bahwa memang membina individu pribadi akan berdampak kuat dan besar dalam terbentuknya sebuah kekuatan individu dan kekuatan sebuah organisasi. Individu, sebagai sebuah organisasi mikro atau mini, memang selalu menjadi langkah pertama dan sebuah pertimbangan dalam membentuk sebuah kekuatan organisasi makro atau kekuatan organisasi besar untuk menjaga kelangsungan hidup di dunia, yang kini hampir dihuni sejumlah milyaran penduduk, yang bernama manusia. [AF]