Statistik Blog

Selasa, 26 November 2013

Membaca Konfigurasi Usaha




Konfigurasi usaha, seandainya dirunut dari A – Z sebenarnya memang terlihat begitu mahakaya namun terkadang nampak buram, untuk tidak mengatakan buta sama sekali. Namun kalau berani disederhanakan, sebenarnya kegiatan usaha yang ada tersebut memang selalu tak jauh dari hal peningkatan kualitas sumber daya manusia dan bagaimana dampak kreatifitas manusia tersebut dalam mengapresiasi pergerakan waktu dan perubahan waktu.
Logika pertanian dulu sangat sederhana mengajarkan bahwa ada waktu-waktu tertentu untuk menanam, merawat, dan memanen hasil. Dan itu rentan sekali sangat ditentukan oleh keadaan iklim. Tak jauh berbeda dengan logika maritim dulu, kemana angin berhembus dan dimana banyaknya ikan, disitulah aktivitas usaha biasanya berlangsung. Banyak sedikitnya ikan yang didapatkan terkadang biasanya diyakini karena faktor kemujuran, besar kecilnya jala yang dipakai, atau tinggi rendahnya kualitas umpan yang dipakai untuk mendapatkan ikan tersebut.  Dalam era informasi yang semakin terbuka kini, kemampuan menata seni dan meramu informasi menjadi sesuatu ‘gizi’ good point merupakan sebuah tantangan dan sebuah kekuatan kreatifitas yang tidak hanya didapatkan di bangku-bangku sekolah, namun di ‘alam real’ pun sering diketemukan untuk saling berbagi dan saling menguatkan satu sama lainnya. Bang Andri Wongso, meskipun tamatan sekolah dasar, namun energi kreatifitasnya luar biasa, hanya karena tak kenal menyerah untuk terus menyerap energi di dunia real dengan berbagai seni motivasinya. Bang Mario, konon karena banyak membaca dan menceritakannya kembali hasil bacaannya tersebut, ruh energi positifnya begitu mudah terbaca dan sangat menyentuh.  
Di era kini yang konon sering disebut sebagai era penuh misteriusitas dimana dunia abstrak dan dunia natural semakin mengental, penuh kejutan, penuh improvisasi  dan sangat terbuka untuk memaknai setiap fenomena terkini, bukan hanya saja sebagai sebuah tantangan, namun lebih jauh sebuah wacana yang terkadang dapat diserap siapapun secara diam-diam isinya untuk kemudian diramu menjadi sebuah energi baru. Baginda rosul SAW selalu mengingatkan bahwa barang siapa yang amalannya lebih baik dari sebelumnya, mereka sungguh tergolong orang-orang yang sangat beruntung. Sebaliknya seandainya amalannya itu stagnan tetap dan menurun, sungguh mereka tergolong orang-orang yang sangat merugi. Di sisi lainnya baginda rosul SAW mengingatkan bahwa sebaik-baiknya pekerjaan adalah pekerjaan dengan tangannya sendiri. Untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan, beberapa literatur klasik sungguh sangat menekankan. [AF]