Konfigurasi
usaha, seandainya dirunut dari A – Z sebenarnya memang terlihat begitu mahakaya
namun terkadang nampak buram, untuk tidak mengatakan buta sama sekali. Namun
kalau berani disederhanakan, sebenarnya kegiatan usaha yang ada tersebut memang
selalu tak jauh dari hal peningkatan kualitas sumber daya manusia dan bagaimana
dampak kreatifitas manusia tersebut dalam mengapresiasi pergerakan waktu dan
perubahan waktu.
Logika
pertanian dulu sangat sederhana mengajarkan bahwa ada waktu-waktu tertentu
untuk menanam, merawat, dan memanen hasil. Dan itu rentan sekali sangat
ditentukan oleh keadaan iklim. Tak jauh berbeda dengan logika maritim dulu, kemana
angin berhembus dan dimana banyaknya ikan, disitulah aktivitas usaha biasanya
berlangsung. Banyak sedikitnya ikan yang didapatkan terkadang biasanya diyakini
karena faktor kemujuran, besar kecilnya jala yang dipakai, atau tinggi
rendahnya kualitas umpan yang dipakai untuk mendapatkan ikan tersebut. Dalam era informasi yang semakin terbuka kini,
kemampuan menata seni dan meramu informasi menjadi sesuatu ‘gizi’ good point merupakan sebuah tantangan
dan sebuah kekuatan kreatifitas yang tidak hanya didapatkan di bangku-bangku
sekolah, namun di ‘alam real’ pun sering diketemukan untuk saling berbagi dan
saling menguatkan satu sama lainnya. Bang Andri Wongso, meskipun tamatan
sekolah dasar, namun energi kreatifitasnya luar biasa, hanya karena tak kenal
menyerah untuk terus menyerap energi di dunia real dengan berbagai seni
motivasinya. Bang Mario, konon karena banyak membaca dan menceritakannya
kembali hasil bacaannya tersebut, ruh energi positifnya begitu mudah terbaca
dan sangat menyentuh.
Di
era kini yang konon sering disebut sebagai era penuh misteriusitas dimana dunia
abstrak dan dunia natural semakin mengental, penuh kejutan, penuh improvisasi dan sangat terbuka untuk memaknai setiap
fenomena terkini, bukan hanya saja sebagai sebuah tantangan, namun lebih jauh sebuah
wacana yang terkadang dapat diserap siapapun secara diam-diam isinya untuk
kemudian diramu menjadi sebuah energi baru. Baginda rosul SAW selalu
mengingatkan bahwa barang siapa yang amalannya lebih baik dari sebelumnya,
mereka sungguh tergolong orang-orang yang sangat beruntung. Sebaliknya seandainya
amalannya itu stagnan tetap dan menurun, sungguh mereka tergolong orang-orang
yang sangat merugi. Di sisi lainnya baginda rosul SAW mengingatkan bahwa sebaik-baiknya
pekerjaan adalah pekerjaan dengan tangannya sendiri. Untuk berlomba-lomba dalam
hal kebaikan, beberapa literatur klasik sungguh sangat menekankan. [AF]