MACAN meninggalkan belang, gajah meninggalkan gading, manusia meninggalkan amalan.
Berlomba-lomba menanam kebaikan, berlomba-lomba
menebarkan kebaikan, berlomba-lomba merawat kebaikan adalah amalan yang sering
diketemukan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya menjadi tanaman yang
kokoh lebat, kuat, dan berbuah, usaha yang diiringi dengan kesabaran adalah
usaha yang tak kalah pentingnya seperti menempatkan sesuatu pada tempatnya. Pion-pion
selalu berada di depan berjejer rapih, kembaran benteng selalu bergerak lurus
dan kokoh berada di pojok-pojok, dua pasang kuda gagah dan anggun dengan
langkah L-nya berdiri di samping benteng yang selalu bergerak lurus, sementara gajah
yang selalu loyal berjalan menyamping lurus, berdiri di sebelah menteri sebagai
sebuah kesatuan antara gerak pion, benteng, gajah dan seorang raja. Dan raja
sendiri adalah seorang pion yang lebih besar bentuknya dan sengaja berada di
barisan belakang untuk memperhatikan bangunan, konfigurasi, dan tradisi kultural
dan struktural seluruh sistemnya dalam menterjemahkan berbagai fenomena sosial dan
fenomena alam yang terus bergerak.
Atau seperti halnya permainan bola, sebuah kekompakan, formasi, skill
keahlian, kecerdasan managerial, kebijaksanaan wasit beserta krunya hingga
sorak-sorai riuh rendahnya motivator penonton akan sangat menentukan berapa
banyak bola yang selalu bundar itu akan mengisi gawang-gawang yang tegak
berdiri kokoh yang hanya dijaga seorang kiper saja. Bagi korporasi atau sebuah
perusahaan, ini diterjemahkan kemudian sebagai sebuah target yang akan dicapai
secara kontinyu dan terus berkelanjutan. Besar kecilnya sebuah gol, laba, atau
keinginan yang akan dicapai, adalah perpaduan antara kecerdikan seorang manager
dalam melihat peluang, kecerdasan karyawan-karyawannya dalam menterjemahkan job descriptionnya, dan kekompakan yang
baik yang terjalin antara pihak internal maupun pihak eksternal secara berkala.
Seperti halnya sebuah bangunan orkesta maha besar, semua akan tampak anggun, fairplay dan harmoni seandainya
tiap-tiap peran dimainkan secara konsisten dengan komitmen dan kesungguhan yang
tinggi.
Atau seperti halnya sebuah perjalanan waktu, waktu akan terus berputar dan
melewati angka-angka, karena sistem komponen waktu, battery, dan penempatannya sangat baik dan terjaga keberadaannya. Mereka
berputar bukan hanya sekadar berputar, memberi dan menerima image, namun untuk lebih meyakinkan
bahwa angka-angka tersebut bukan hanya tetap dalam posisinya masing-masing. Selebihnya
tentu saja untuk meyakinkan bahwa bentuk, isi, dan auranya bukan hanya saja
enak dilihat dan enak didengar semata, namun lebih jauh lagi semakin lebih
menyadarkan bahwa keberadaannya tak jauh berbeda seperti seekor lebah. Lebah selalu
hidup berkelompok, energinya adalah yang baik-baik seperti saripati bunga, dan hasil
produksinya adalah sebuah madu yang sangat bergizi dan banyak gunanya bagi
siapapun, baik untuk anak-anak, remaja maupun untuk orang tua. [AF]