Zathura, sebenarnya bukan hanya sebuah film keluarga yang bersifat imajinatif
belaka, namun selebihnya adalah sebuah cinema tentang dinamika kehidupan
keluarga yang penuh dengan nilai-nilai kebersamaan. Kehidupan single parent yang nyaris
memporak-porandakan harmonisasi sebuah keluarga sebenarnya, dengan aneka kesibukannya
masing-masing, justru dengan ditemukannya sebuah ‘games’ kuno oleh seorang adik saat dikejar-kejar oleh seorang
kakaknya, bukan hanya mempersatukan kembali dan menjadi lebih harmonis
kehidupan komunikasi dengan seluruh keluarganya, bahkan hal-hal aneh dan luar
biasa yang hanya dialami oleh anggota keluarganya itu, sebuah kehidupan dan
kerukunan sebuah keluarga semakin lebih difahami dan semakin bermakna.
Zathura sebenarnya hampir mirip dengan film Jumanzi.
Hanya saja latar film jumanzi ini bukan berlatar di kehidupan luar angkasa,
namun film yang dimainkan oleh aktor senior Hollywood ini lebih menitik
beratkan pada hadirnya kehidupan rimba liar, romantika sebuah kesuksesan sebuah
korporasi, back to the past, dan
perpaduan antara kehidupan in the past
dan continous kini dengan tentunya
membawa sebuah keanehan dan persepsi ‘agak miring’ untuk menunjukkan sebuah
keluarbiasaan yang tidak mungkin menurut sebuah logika pada umumnya. Seperti ketika
sebuah games dimainkan, tiba-tiba
sekumpulan binatang-binatang purbakala seperti badak, gajah, binatang
menyerupai dinosaurus saling bermunculan untuk tak sekadar mengagetkan dan ‘menyapa’
seorang ayah, seorang anak, dan seorang remaja dewasa, namun justru lebih
mempererat persahabatan diantara mereka. Meskipun kedua film ini agak sedikit menegangkan,
namun hal-hal lucu dan nampak polos yang diperankan oleh beberapa aktor tersebut
semakin lebih melupakan sebuah perjalanan waktu.
Cinema Indonesia, sebenarnya sejak dulu tak kalah populernya. Bahkan aktris
seperti Christine hakim, bukan hanya sukses di dalam negeri, pun di luar negeri
pun pernah dilakoninya. Lebih jauh beberapa aktor yang sudah merakyat seperti aktor
senior Ibing, Benyamin S., Didi petet, S. Bagyo, hingga Suzanna, adalah
beberapa aktor senior yang bukan hanya mampu memerankan berbagai peran, namun
tidak sedikit telah mewarnai dan mengisi kesemestaan film layar lebar Indonesia
yang sempat mensejajarkan industri film mancanegara.
[AF]