Statistik Blog

Rabu, 02 Oktober 2013

Meningkatkan Etos Kerja




Ada beberapa alasan mengapa dunia kerja selalu tidak usai-usai untuk diperbincangkan. Mulai dari kelas bawah, menengah, hingga kelas atas, dunia kerja selalu saja menarik untuk diperbincangkan. Selain karena dunia kerja masuk dalam wilayah sensitifitas, dunia kerja seringkali disebut sebagai sesuatu aktivitas yang kreatif imajinatif, sebagai social communication, yakni sebagai sebuah energi yang menghubungkan alur komunikasi yang saling menguntungkan satu sama lainnya. Bang Ary Gynanjar, trainer dan pengusaha ternama menyebutnya sebagai sebuah sinergisitas yaitu mensinkronisasikan energi antara satu dengan energi yang lainnya. Matahari bersinergi dengan air, untuk menarik air bersembunyi di awan. Awan bersinergis dengan angin, untuk menurunkan butiran-butiran hujan. Dan hujan bersinergis dengan tanah, untuk menyuburkan tanam-tanaman hingga tumbuh subur berbuah dimana kemudian hubungan alam dengan manusia akan terjalin dengan sebaik-baiknya.
Ekosistem atau pola kerja dunia ini sudah berlangsung berabad-abad lamanya sejak abad sebelum masehi hingga hitungan masehi kini. Pola kerja atau etos kerja alam ini begitu luar biasa. Karena keluar biasaan pola kerja alam yang terus-menerus ini menjadikan sesuatu itu bukan menjadi sesuatu hal yang aneh lagi. Adalah kecenderungan otak manusia akan terlihat takjub manakala timbul fenomena yang tak lazim terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam quantum learning, ini seringkali disebut revolusi dalam cara berfikir. Seperti cobalah untuk mengabjadkan seseorang yang berpengaruh dalam dunia. 1. Baginda Rosul, 2. Newton, 3. Wright bersaudara, 4. Hulk,  5. Superman, 6. Goliath, 7. James Bond, 8. Batman, 9. Nama Anda sendiri…
Tentu saja ini bukan sebuah mimpi. Akan tetapi, siapapun tidak ada yang melarang untuk bermimpi, selama mimpi tersebut masih dalam batas kewajaran dan tidak melanggar tata nilai yang sudah terbentuk dalam sebuah tradisi dan kebudayaan setempat. Sebuah mimpi adalah bunganya tidur, kekuatan, dan pendorong untuk tetap berdiri kokoh dan maju untuk mempertahankan nilai-nilai yang sudah baik dan benar, dan berusaha perlahan-lahan memperbaiki hal-hal yang harus diperbaiki sehingga pola kerja dan etos kerja akan terus meningkat dengan sebaik-baiknya demi kelangsungan regenerasi yang semakin kuat dan semakin kokoh. [af, dbs]