Ada beberapa alasan mengapa dunia kerja
selalu tidak usai-usai untuk diperbincangkan. Mulai dari kelas bawah, menengah,
hingga kelas atas, dunia kerja selalu saja menarik untuk diperbincangkan.
Selain karena dunia kerja masuk dalam wilayah sensitifitas, dunia kerja seringkali
disebut sebagai sesuatu aktivitas yang kreatif imajinatif, sebagai social communication, yakni sebagai sebuah
energi yang menghubungkan alur komunikasi yang saling menguntungkan satu sama
lainnya. Bang Ary Gynanjar, trainer dan pengusaha ternama menyebutnya sebagai sebuah
sinergisitas yaitu mensinkronisasikan energi antara satu dengan energi yang
lainnya. Matahari bersinergi dengan air, untuk menarik air bersembunyi di awan.
Awan bersinergis dengan angin, untuk menurunkan butiran-butiran hujan. Dan hujan
bersinergis dengan tanah, untuk menyuburkan tanam-tanaman hingga tumbuh subur
berbuah dimana kemudian hubungan alam dengan manusia akan terjalin dengan
sebaik-baiknya.
Ekosistem atau pola kerja dunia ini
sudah berlangsung berabad-abad lamanya sejak abad sebelum masehi hingga
hitungan masehi kini. Pola kerja atau etos kerja alam ini begitu luar biasa. Karena
keluar biasaan pola kerja alam yang terus-menerus ini menjadikan sesuatu itu
bukan menjadi sesuatu hal yang aneh lagi. Adalah kecenderungan otak manusia akan
terlihat takjub manakala timbul fenomena yang tak lazim terlihat dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam quantum learning,
ini seringkali disebut revolusi dalam cara berfikir. Seperti cobalah untuk mengabjadkan
seseorang yang berpengaruh dalam dunia. 1. Baginda Rosul, 2. Newton, 3. Wright bersaudara,
4. Hulk, 5. Superman, 6. Goliath, 7.
James Bond, 8. Batman, 9. Nama Anda sendiri…
Tentu saja ini bukan sebuah mimpi. Akan
tetapi, siapapun tidak ada yang melarang untuk bermimpi, selama mimpi tersebut
masih dalam batas kewajaran dan tidak melanggar tata nilai yang sudah terbentuk
dalam sebuah tradisi dan kebudayaan setempat. Sebuah mimpi adalah bunganya
tidur, kekuatan, dan pendorong untuk tetap berdiri kokoh dan maju untuk mempertahankan
nilai-nilai yang sudah baik dan benar, dan berusaha perlahan-lahan memperbaiki
hal-hal yang harus diperbaiki sehingga pola kerja dan etos kerja akan terus
meningkat dengan sebaik-baiknya demi kelangsungan regenerasi yang semakin kuat
dan semakin kokoh. [af, dbs]