Inovasi,
menurut pakar entrepreneur ternama Hermawan Kertajaya adalah sebuah keharusan
yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab kecenderungan konsumen selalu mencari
sesuatu yang bernilai, terjangkau, unik, berdaya tahan lama, dan memiliki nilai
sejarah yang tinggi. Berinovasi, atau selalu berusaha memperbaiki sesuatu agar
tampak berbeda dari waktu ke waktu dengan nilai artistik dan logistik yang
lebih tinggi namun berusaha menekan dan menyederhanakan pengeluaran adalah
sebuah prestasi yang luar biasa. Dan ini tidak akan mewujud terkecuali berusaha
terus-menerus ‘membaca’ fenomena yang bersumber dari hal-hal yang sederhana di
lingkungan terdekat hingga beranjak ‘membaca’ fenomena ke tingkat yang lebih tinggi
lagi. Ibarat sebuah tangga nada, seorang single
fighter maupun group fighter
harus berusaha memahami rangkaian nada-nada tersebut dan tidak segan-segan
untuk mencapai nada tinggi dan berusaha kembali ke nada dasar untuk sekadar melanggengkan
sebuah sistem harmonisasi dimana siapapun berhak untuk mencapai sebuah puncak
prestasi dengan kadar kemampuannya masing-masing.
Sebuah raksasa
bisnis tentu saja dengan segala kebijaksanaannya sudah mesti rela menuntun para
pengusaha kelas menengah hingga pengusaha pemula, untuk melanggengkan sebuah regenerasi.
Seorang mahasiswa harus proaktif bekerjasama dengan dosen-dosennya, seorang
dosen mesti harmonis dengan dekan-dekannya,
seorang dekan adalah mitra kerja rektornya, seorang rektor adalah bagian dari
sebuah kebijakan presiden dalam mengambil kebijakan, dan seorang presiden adalah
mitra sejatinya seorang mahasiswa. Ekosistem ini tidak jauh berbeda dengan
ekosistem alam yang serta merta harus dijaga sebaik-baiknya demi melanggengkan
sebuah sistem yang lebih kuat dan lebih kokoh lagi.
Pada akhirnya
investasi memang merupakan sebuah energi. Energi tercipta dan terbangun karena
adanya kesadaran dan komitmen yang tinggi dari berbagai komponen untuk berusaha
terus maju dan berusaha lebih baik lagi. Investasi terkadang menyentuh aspek
ilmu pengetahuan, sumber daya manusia, uang, tanah dan bangunan. Dan investasi,
meskipun untuk melihat gambaran masa depan terkadang masih tak jelas, namun Baginda
rosul selalu mengingatkan bahwa meskipun esok hari kiamat akan datang, namun
janganlah sekali-kali untuk meninggalkan aktivitas menanam pohon sekalipun.
[af,dbs]