Statistik Blog

Senin, 07 Oktober 2013

Inovasi, Lalu Investasi




Inovasi, menurut pakar entrepreneur ternama Hermawan Kertajaya adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab kecenderungan konsumen selalu mencari sesuatu yang bernilai, terjangkau, unik, berdaya tahan lama, dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Berinovasi, atau selalu berusaha memperbaiki sesuatu agar tampak berbeda dari waktu ke waktu dengan nilai artistik dan logistik yang lebih tinggi namun berusaha menekan dan menyederhanakan pengeluaran adalah sebuah prestasi yang luar biasa. Dan ini tidak akan mewujud terkecuali berusaha terus-menerus ‘membaca’ fenomena yang bersumber dari hal-hal yang sederhana di lingkungan terdekat hingga beranjak ‘membaca’ fenomena ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Ibarat sebuah tangga nada, seorang single fighter maupun group fighter harus berusaha memahami rangkaian nada-nada tersebut dan tidak segan-segan untuk mencapai nada tinggi dan berusaha kembali ke nada dasar untuk sekadar melanggengkan sebuah sistem harmonisasi dimana siapapun berhak untuk mencapai sebuah puncak prestasi dengan kadar kemampuannya masing-masing.

Sebuah raksasa bisnis tentu saja dengan segala kebijaksanaannya sudah mesti rela menuntun para pengusaha kelas menengah hingga pengusaha pemula, untuk melanggengkan sebuah regenerasi. Seorang mahasiswa harus proaktif bekerjasama dengan dosen-dosennya, seorang dosen  mesti harmonis dengan dekan-dekannya, seorang dekan adalah mitra kerja rektornya, seorang rektor adalah bagian dari sebuah kebijakan presiden dalam mengambil kebijakan, dan seorang presiden adalah mitra sejatinya seorang mahasiswa. Ekosistem ini tidak jauh berbeda dengan ekosistem alam yang serta merta harus dijaga sebaik-baiknya demi melanggengkan sebuah sistem yang lebih kuat dan lebih kokoh lagi.

Pada akhirnya investasi memang merupakan sebuah energi. Energi tercipta dan terbangun karena adanya kesadaran dan komitmen yang tinggi dari berbagai komponen untuk berusaha terus maju dan berusaha lebih baik lagi. Investasi terkadang menyentuh aspek ilmu pengetahuan, sumber daya manusia, uang, tanah dan bangunan. Dan investasi, meskipun untuk melihat gambaran masa depan terkadang masih tak jelas, namun Baginda rosul selalu mengingatkan bahwa meskipun esok hari kiamat akan datang, namun janganlah sekali-kali untuk meninggalkan aktivitas menanam pohon sekalipun. [af,dbs]