Partnership selain
menyentuh tingkat atas hingga tingkat bawah, istilah partnership, seringkali merujuk pada istilah kamus. Dan pada
umumnya, partnership ini sudah
dikenal luas sebagai bahasa yang mempribumi, meskipun istilah ini berasal dari
istilah asing. Lebih jauh partnership
seringkali banyak diwacanakan dan dinyatakan sebagai rekanan bisnis, baik itu bisnis
berskala nasional maupun bersifat internasional. Namun ujung-ujungnya istilah
ini sering diperkuat kembali untuk sekadar lebih menjelaskan visi dan misi
sebuah perusahaan maupun sebuah institusi profit maunpun nonprofit, bahkan tak
jarang istilah ini sering dijadikan sebagai bahan diskusi untuk sekadar mengisi
waktu-waktu luang semata dan memperluas bahan referensi dan wawasan terkini.
Untuk
melanggengkan dan melebarkan sayap sebuah perusahaan, berpartnership menjadi sebuah keharusan yang mau tidak mau harus
dijalani dan diagendakan secara wajar. Sebagai sebuah peran dan fungsi leadership, berpartnership tidak hanya berusaha menjelaskan internalisasi sebuah
perusahaan atau institusi dirinya, namun juga berusaha memahami dan
menselaraskan ‘dua dunia’ yang memiliki keunikannya tersendiri. Agar ‘dua dunia’
ini berjalan secara harmonis, maka peta dan gambaran yang dimiliki oleh
masing-masing perusahaan, institusi, hingga individu sebagai bagian dari
organisasi tersebut sudah harus ditampilkan secara apa adanya, bersifat dinamis fleksibel tak kaku, untuk menerima
perubahan secara wajar, baik itu perubahan yang datang dari dinamika internal
maupun dinamika eksternal.
Fungsi leadership selanjutnya bukan hanya saja
menguasai fungsi managerial yang
sudah banyak difahami umum sebagai sebuah kesatuan antara planning, organizing, actualizing, hingga controlling, namun seorang leadership,
selain seperti seorang penjelajah di hutan rimba, seorang leadership pun kemudian diibaratkan
sebagai seorang nakoda yang sedang
mengendalikan perahu besar di sebuah lautan lepas. Seorang leaderhip, tentu saja harus memahami benar kemana peta akan berubah
dan bagaimana sebuah iklim dan dampaknya mempengaruhi sebuah konfigurasi system beserta
komponen-komponennya. Leadership dan partnership, memang sebuah pekerjaan yang banyak
dikenal umum. Seperti sebuah jarum jam, mereka berkemungkinan besar akan terus
beralih dan terus mampir pada siapapun tak terkecuali pada saat-saat relaksasi
sekalipun. Sebab mereka seperti bagian dari kehidupan yang telah, sedang dan
akan dijalani oleh siapapun. Kullu nafsin
ro’yun. Setiap diri adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Bahkan dulu, sejak
masa kenabian, ada riwayat, seorang pimpinan terbesar suatu wilayah melihat
seseorang penduduk biasa berjalan melewati dirinya. Pemimpin besar itu bertanya
siapa Anda, lalu seorang biasa itu menjawab tenang, ‘aku adalah raja bagi diriku
sendiri’. Pemimpin besar itupun merasa kaget, lalu berusaha mencoba memahami
kata-kata yang terlontar dari seorang penduduk biasa itu. [af, dbs]