Uang dan dunia spiritual memiliki suasana tersendiri. Kira-kira demikian menurut Suze Orman, pakar
Financial Manajemen, dalam Beberapa Langkah Menuju Kekayaan Sejati, yang diterbitkan oleh Group Mizan. Sebelum adanya uang, dulu yang berlaku adalah sistem
barter atau pertukaran barang yang memiliki nilai guna tinggi. Seandainya
diantara individu memiliki barang dan saling membutuhkan, pihak pertama akan
saling tawar menawar dengan pihak kedua untuk saling menukar barang karena
mereka merasa saling membutuhkan terhadap barang tersebut. Perkembangan pola
pemikiran, kecanggihan teknologi serta perkembangan peradaban kemanusiaan,
sesuatu apapun dalam aktivitas kehidupan, kini semakin mudah, simple, dan sederhana.
Barang sebesar dan setinggi apapun, hanya dengan ditukar dengan alat tukar uang
yang memiliki nilai, barang tersebut akan segera mudah didapatkan.
Bentuk alat tukar pun kini semakin berkembang. Kini,
hanya dengan menggunakan ATM, orang tidak perlu lagi repot-repot membawa
sejumlah tumpukan uang untuk mendapatkan sebuah barang yang dibutuhkan. Cukup memperlihatkan
ATM yang berukuran seperti lembar KTP, SIM, atau kartu langganan belanja di
sebuah pertokoan mainan anak-anak, kini selain
uang berapapun akan dengan mudah didapatkan di setiap ruang ATM, sesuai dengan
saldo yang ada, orang pun dapat dengan mudah
mendapatkan barang apapun yang dibutuhkan. Dan secara otomatis uang yang berada
di Bank, sebagai tempat menyimpan sejumlah uang, akan berkurang sesuai dengan
harga barang tersebut dan sesuai dengan administrasi yang berlaku dalam sistem perbankan.
Biasanya untuk administrasi jasa bank hanya beberapa persen saja dari uang
nasabah berdasarkan kesepakatan antara pemilik bank dan nasabah sebelumnya. Pada
umumnya orang menyebutnya sebagai uang administrasi atau uang jasa karena pihak
bank telah berusaha melayani dan mempermudah setiap transaksi nasabah-nasabahnya.
Bentuk barang dan distribusi barang pun kini semakin
canggih. Almarhum Neil Amrstrong, orang pertama yang menginjakkan kakinya di
bulan, untuk hidup di luar angkasa, tidak perlu repot-repot membawa barang
banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Cukup meminum pil, konon khasiat pil
tersebut mampu menahan rasa haus dan lapar untuk beberapa waktu lamanya. Dan untuk
membawa barang, kini, orang tidak perlu lagi repot-repot harus memikul payah atau
membawa kendaraan pribadi. Cukup memijit telephone atau handphone, memesan barang
kepada produsen, sampailah barang tersebut segera ke tempat tujuan.
Akan tetapi memang terkadang kehidupan mengharuskan
seseorang rindu akan masa lalu. Entah karena hidup sudah lelah dengan
angka-angka, non-simple atau merindukan sesuatu yang nampak berat dan nampak sibuk
terkadang sangat menyenangkan, karena memiliki historis tersendiri dan alasan healthy lifing, atau karena alasan teori
psikologis, bahwa selalu berbeda-beda suasana dari waktu ke waktu sungguh sangat
baik untuk suasana kejiwaan dan akan selalu siap dan menyenangkan menghadapi
suasana kehidupan yang progresif dan dinamis.
Uang, barang, dan suasana kehidupan pada akhirnya memang
merupakan kekuatan yang senantiasa mengisi rentetan dan alur sepanjang tahun
yang telah, sedang, dan akan terus diapresiasi dan dijalani hingga setiap
generasi agar selalu merasakan dan merasa bertanggung jawab untuk memanfaatkannya
sebaik-baiknya. Pepatah orang tua dulu selalu
mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa akan terlihat pada rasa hormatnya pada
jasa-jasa orang tua dulu, tingginya peradaban, dan semangat tinggi untuk selalu
lebih baik dari hari-hari sebelumnya. [af, dbs]