Statistik Blog

Minggu, 23 Juni 2013

Orchesta Semesta

Manusia adalah mahluk yang bisa berkecenderungan menjadi apapun dan siapapun. Setidak-tidaknya demikian menurut Bang MH.  Dengan berdasar pada kemampuan, kemauan beserta konsekwensinya, takdir kemanusiaan tentu saja bermula dan berakhir pada emperisme religiusitas yang dialami mahluk yang bernama manusia itu sendiri. Untuk beranalogi pada terbit dan terbenamnya matahari beserta akibat-akibat yang ditimbulkannya, tentu saja sebuah perumpamaan yang tak terlalu jauh. Manusia dan matahari ibarat sebuah kembaran luar biasa sebagai mahluk ciptaan Tuhan.

Merenungkan tentang Tuhan tentu saja sebuah kebijaksanaan. Merenungkan tentang mahluk-mahluk ciptaan Tuhan pun adalah sebuah kebijaksaan luar biasa. Berlaku bijak yang berdasarkan pada nilai-nilai dasar kepercayaan tentu saja sebuah PR besar yang mewujud kemudian tak sekadar bersifat instan, tidak seperti seorang pesulap atau seorang Coverfield sekalipun, namun semua memang mesti sistemik serta dinamis saling menguatkan satu sama lainnya. 

Menciptakan berbagai gagasan namun bermanfaat luar biasa bagi khlayak banyak tentu saja tak seperti membalikkan telapak tangan. Namun itu semua memang membutuhkan kesabaran dan kesadaran yang intensif terus-menerus. (af)