SETIAP insan
memang tercipta memiliki kemauan dan kemampuan yang berbeda-beda. Dan itulah sebenarnya
kekayaan tersembunyi, bahkan sadar tak sadar semuanya adalah hal-hal yang mungkin
saja bisa terlupakan. Dan inilah sebenarnya memang tugas seorang leadership hingga membership dari tingkat bawah hingga atas untuk memberdayakan potensi
tersebut sedemikian rupa hingga menjadi sebuah kekuatan yang menakjubkan.
Seorang
anak TK memang masih harus terus dibimbing oleh orang tua hingga menjadi
seorang anak yang dibanggakan. Seorang anak TK, tak ada salahnya becermin pada
anak SD, seorang anak SD becermin pada anak SMP, seorang anak SMP becermin pada anak SMA, dan mungkin
juga sebaliknya. Namun pada hakekatnya, karakteristik insan tersebut kalau
boleh disederhanakan lebih jauh mereka cerdas berintelegensi (nalar) yakni cerdas
mengenal dimensi angka dan dimensi visual bentuk dan cerdas berperilaku
(akhlak) yakni cerdas menterjemahkan fenomena sosial dan fenomena alam yang
memang sulit diprediksi selalu berubah-ubah. Pepatah orang tua dulu, yang kekal,
adalah perubahan itu sendiri.
Ini memang
tak aneh. Menghadapi perubahan memang harus diikuti oleh kesiapan fisik dan
mental yang kuat namun terus selalu siaga. Sebab menghadapi peralihan masa hingga
ke dunia serba misteriusitas seperti iklim dunia memang sebuah tantangan yang
luar biasa. Namun apapun itu tak ada apapun yang tak bisa dijelaskan. Sebab setiap
pertanyaan selalu ada jawaban, dibalik kesulitan selalu ada kemudahan, dan beratnya
beban itu selalu diselaraskan dengan kemampuan fisik dan mental seseorang.
Selebihnya,
duduk bersandar sambil sejenak mendengarkan lagu-lagu klasik hingga lagu-lagu jazz
sungguh sebuah perjalanan yang siapapun bisa melakukannya. Bahkan terkadang
hal-hal tak terduga pun menjadi sebuah inspirasi dan hal-hal yang cukup
menurunkan dan mengurangi kadar tingginya imajinasi keinginan bahkan ambisi
yang sadar tak sadar turut menghiasi hiruk pikuknya lalu lintas kepentingan dan
melakoni tanggung jawab sebagai mahluk Tuhan Sang Penguasa Alam. (AF)