Ya.
Langit
pun mendung memayungi pelataran tak bertepi.
Rindu
senandung yang muncul untuk kemudian terbenam,
adalah
cerita misteri untuk sekadar berdiri lalu tertatih-tatih,
mengisi
sejumlah kotak-kotak yang tersusun sangat cerdik.
Arah
pun enggan terlupakan. Sebab keseimbangan adalah kesempurnaan,
kedatangan
adalah keramahan, keramaian adalah kesemestaan, dan
pembicaraan
adalah kebijaksanaan membumi.
Bumi
tentu saja tak berlipat-lipat sebab rerumputan begitu menggoda.
Atau
bukan karena senda gurau angin, appersepsi semut,
atau
tentang sesuatu yang tak perlu lagi banyak direnungkan, sebab waktu
sudah tergenggam,
sebab akhir selalu berawal, sebab rindu adalah napas,
sebab
hampa adalah perjalanan bawah sadar, sebab mimpi adalah bayangan
kenyataan
dan senandung lelap.
Hujan, seperti dulu melurus.