Konon dengan jalan-jalan, seluruh kepenatan, stagnasi, kemacetan, segera pudar sendirinya sebab lingkungan manapun adanya selalu memiliki ‘ruh’ tersendiri dengan segala rupa karakteristiknya.
Bahkan pesan bijak dulu mengingatkan, dengan melakukan perjalanan itu selalu menyimpan dan memancarkan berbagai macam pengalaman, memperluas pekerjaan, dan memungkinkan untuk menambah persahabatan.
Jalan-jalan
tidak selalu identik dengan memakai kendaraan. Jarak yang ditempuh pun tidak
selalu berjarak jauh. Hanya dengan memanfaatkan fasilitas seadanya, bijak
memanfaatkan dan mengatur waktu, cermat memanage biaya, dan konsisten selalu
memperhatikan hal-hal yang menjadi prioritas utama, jalan-jalan tentunya akan
selalu menjadi aktivitas yang bermanfaat. Jalan-jalan semestinya memperkaya
ruang-ruang sunyi dan mendayagunakan inspirasi hingga mewujud menjadi bangunan
yang kokoh dan mengokohkan yang lainnya.
Dora,
film anak-anak berdurasi cukup panjang ini, memang kaya dengan pesan-pesan bijak
dalam melakukan perjalanan. Dora mengingatkan bahwa di perjalanan selalu
memerlukan peta, perbekalan, waktu, dan teman seperjalanan hingga sampai ke
tujuan yang diinginkan. Dan satu hal lainnya yang penting bahwa alam sekitar
selalu dimanfaatkan dora untuk menjadi sahabat dan referensi pengetahuan dalam
meneruskan perjalanan yang diinginkan. Dora memang jeli membaca hal-hal yang
tersirat maupun hal-hal yang bersifat tersurat. Dan inilah kekuatan film ini.
Dan dunia film memang sebuah pentas yang selalu ditunggu-tunggu sebab dunia
film adalah dunia rangkuman dan dunianya topeng dengan berbagai bentuk
identitasnya.
Dunia
traveling, dora, realita, prinsip, mimpi, dan apapun yang dianggap fenomenal
dan dianggap menguatkan satu sama lainnya memang perbincangan yang tak pernah
usai-usai bahkan menjadi sebuah catatan sekilas yang selalu berserakan di dunia
elektronik maupun dunia cetak. (AF)