Amstrong,
Darwin, Thomas, Wright, Einstein, sebenarnya sebuah fenomena, dan pribadi-pribadi
biasa saja. Tidak ada keajaiban pada mereka. Hanya saja mungkin entah waktu,
faktor genesitas, atau logika-logika keteraturan dan sistim alamlah pada
akhirnya keseluruhan dunia menempatkan mereka sebagai pribadi-pribadi unggul
penuh apresiasi dan dedikasi. Melewati atmosfir bumi, memang membutuhkan
keberanian luar biasa. Mempersepsikan tentang bioteknologi humanism, memang
bukan main rumitnya. Menerangi rumah-rumah, gedung-gedung hingga pelosok dusun
dengan lampu listrik, memang tidak bisa dibayangkan proses produktivitasnya.
Terbang menggunakan pesawat terbang karena terinspirasi oleh perilaku binatang
capung, semua orang pasti tak pernah terpikirkan. Hal-hal semacam itu
sebenarnya siapapun bisa memilih sikap apapun tentang keberadaannya. Good pointnya, kehebatan teknologi
informasi sebenarnya media yang cukup berpengaruh besar dalam hal ini. Tidak
bisa dibayangkan seandainya bagaimana alam mikrokosmos dan makrokosmos ini
tanpa tulisan maupun suara. Padahal menurut Freud, bapaknya psikonalistik itu,
terbentuknya suara hati itu sebenarnya karena adanya peranan suara, bentuk, dan
warna-warni dalam alam semesta ini. Meskipun pada akhirnya Freud harus mengenal
lebih jauh tentang disiplin ilmu kejiwaan, teori-teorinya cukup berpengaruh
besar pada dunia akademik.