Statistik Blog

Rabu, 03 April 2013

Dahan


Dahan-dahan yang dikelikitiki angin, adalah lembayung sutra
yang menebar hingga menyentuh sukma.
Namun waktu, adalah perputaran tak berbatas hingga tak ada lagi
kata selain ambigu, bersembunyi, meniru burung, atau meniru
alam semesta hanya dengan memejamkan mata.
Dan ketulusan tentu saja melampaui keramahan dan keramaian
untuk memperkenankan hujan yang sebentar-sebentar
bersenda gurau dengan petir untuk mencumbu bumi.
Semua menukik, memercik, menyadar, mendatar, dan
menggelitiki dahan-dahan. (AF)