Dunia, sebagai sebuah alam makro, bagi
kalangan tertentu, seperti halnya computer
system. Dirancang sedemikian rupa, sehingga antara komponen satu sama dengan
komponen lainnya saling bersinergis menciptakan kekuatan hingga kemudian aktivitas
yang nampak adalah harmonisasi yang mengagumkan. Hal ini pun dapat diketemukan dalam ekosistem
dunia yang sangat menawan.
Dunia kependidikan sebenarnya bagian
dari sebuah world system. Seperti halnya menciptakan sebuah ‘robotic system’, tugas
besar mereka yang konsen dan peduli terhadap kemajuan Sumber Daya Manusia, adalah
tentu saja bukan hanya membikin unggul sisi kognitif
(intelektual), afektif (alam rasa), dan motorik (perilaku) saja, namun hal
penting lainnya adalah menciptakan dan mahir membaca fenomena alam dan fenomena
sosial sebagai sebuah referensi untuk memperkaya orientasi dan watak karakter
dunia kependidikan.
Dunia kependidikan memang kemudian
mesti bersinergis dan berkoordinasi dengan dunia fisika ataupun dunia psikologi
humanism. Bahasa fisika ataupun bahasa psikologi memang sebenarnya tidaklah
begitu aneh untuk diadaptasi oleh dunia pendidikan. Sebab sederhananya,
semenjak bangku TK hingga perguruan tinggi, bahasa tersebut sudah dikondisikan
sedemikian rupa sehingga tidaklah susah untuk difahami dan tidaklah perlu untuk
dipermasalahkan.
Permasalahan umum yang dialami kini
oleh setiap komponen adalah tentu saja bukan hanya mengkoordinasikan dan
mengharmonisasikan berbagai kepentingan, namun sederhananya tentu saja pada sistim
nilai, komitmen, dan konsistensi yang terus menerus. Ruh sistim, visi dan misi dari mulai hendak
menjadi apa hingga bagaimana cara mewujudkannya, etos kerja, perencanaan,
organisasi, aktualisasi dan kontrol, sebuah teori umum yang berlaku pada sistim
komponen apapun, tentu saja sangat sederhana seandainya berkutit pada wilayah yang
lebih luas lagi. Inilah mungkin yang sering dikatakan para leluhur negeri, don't too asking what country will give, but try to asking what anyone will give to country. (dari berbagai sumber)