Statistik Blog

Selasa, 20 Mei 2014

Fatamorgana Misteriusitas



Aktivitas, pada tataran apapun menghendaki kesungguhan. Ia tidak mengenal berapa banyak harta kekayaan yang dimiliki, seberapa tinggi kekuasaan yang diperankan, sejauh mana mata memandangi spektrum fatamorgana alam makrokosmos, sebagai product intelligence on God statement. Aktivitas pun lintas usia. Seberapa besar aktivitas, waktu, kemampuan statistik system biologis yang terukur,  dan komitmen terhadap aktivitas tersebut, seyakinnya akan menentukan konfigurasi kualitas yang terbentuk. Seperti halnya perjalanan waktu, aktivitas pun rentan terhadap pergerakan, namun sebenarnya mereka tetap berputar-putar pada tempat yang serupa, dengan imajinasi dan perkembangan paradigm yang terbentuk, apalagi seandainya mereka terlihat dari tempat tertinggi.
Konfigurasi kotak monopoly, sebenarnya tidak sekadar mengaktivkan intelegensi para players, akan tetapi menghendaki rule of the game yang cerdas, visi yang jelas, dan kemampuan memilih dan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Kaum filosofi terdahulu sering mengingatkannya sebagai sebuah balancing product sebagai ikhtiar berpikir melingkar dalam merevisi, memaknai, dan memahami perilaku internal dan eksternalnya sekadar berevolusi dan tunduk terhadap keinginan dan ketentuan Tuhan. Meskipun misteriusitas adalah sebuah penerjemahan terhadap realitas sosial, aktivitas menghendaki perjalanan berketidak sudahan yang didasarkan pada system nilai yang dianut. Kembarisasi, historika, visualisasi, ataupun rekamisasi, selain sebagai metode pencerdasan, pun mereka sangat bernilai untuk mencairkan beberapa urat syaraf yang sadar tak sadar sebentar menegangkan, dimana para analisis biologis menilainya sebagai ketidakseimbangan tubuh yang berakhir pada kekecewaan. Para manager, hingga office boy dimanapun sangat menghindari hal tersebut. Meskipun komposisi fenomena alam dan fenomena social relative miskin untuk diterjemahkan gambarannya, setidak-tidaknya bersandar pada nilai-nilai sederhana dan kuat kokoh mudah dijalankan, sudah cukup kiranya untuk terus berdiri tersenyum yakin untuk melanjutkan berbagai agenda, dengan tingkat persoalan yang berbeda-beda.
Aktivitas seorang balita, akan dibanggakan orang tua kemudian, karena ia dapat berdiri dan melangkah walaupun hanya beberapa langkah. Aktivitas seorang anak tingkat TK akan dibanggakan kemudian karena ia dapat terampil memadukan antara aktivitas intelegensi, afeksi dan motorik kelenturan dalam berperilaku. Aktivitas seorang anak tingkat SD akan dibanggakan kemudian karena ia tidak sekadar dapat melihat nilai raport berwarna biru semata, namun sedikit dapat melihat konfigurasi tingkat SMP dan seterusnya. [AF]