Statistik Blog

Sabtu, 22 Maret 2014

Neo Metamorfosa


 

Berbagai bentuk binatang, entah darimana datangnya, tiba-tiba saling bermunculan berlarian entah menuju kemana. Burung-burung, bebas menukik tajam seakan ingin memburu mangsanya namun kemudian mereka sepertinya kaget melihat bayangannya sendiri. Gajah, dengan the big foot-nya seolah miris tercubit segerombolan semut, lalu lari terbirit-birit mengisi komposisi khas liar alam rimba pada town environment yang sengaja ditampakkan begitu kontras oleh sutradara. Konfigurasi visual, isi cerita, latar yang dibentuk dalam jumanji, memang tak jauh berbeda dengan zathura. Kemampuan menghadirkan the past of  image, bukan saja menguatkan isi sebuah cerita, namun tempo hingga alur sebuah cerita pun semakin membuat penikmat movies lover  pada akhirnya tak takut memasukkan kedua tangannya ke dalam saku baju mereka. Bahkan mereka membekali berbagai pilihan dan paradigm, bahwa lagi-lagi inspirasi tak hanya sekadar dapat ditemukan dalam kehidupan nyata. Image, yang kemudian sering dihubungkan dengan the dream of reality terkadang menjadi bahan pertimbangan dalam menciptakan gagasan-gagasan dan pengambilan sebuah keputusan. Namun lagi-lagi tak sesederhana itu, realitas tercipta bukan hanya karena perkenan the wise of God semata, akan tetapi juga cerdas membaca konfigurasi system beserta rangkaiannya yang cenderung bosan dengan iklim stagnasi namun cenderung ‘liar’ mencari dan menemukan keseluruhan jati dirinya seiring dengan keseluruhan experience of  life nya, education, dan anatomi biologis nya yang cenderung tunduk, patuh, dan senantiasa proaktif beradaptasi dengan hukum alam.
Jumanji, Zathura, The God Must Be Crazy, meskipun dianggap not update, akan tetapi mereka hampir bersamaan mencoba memfokuskan sebuah tema bahwa sebuah keajaiban, keluarbiasaan, kemisteriusan, bukan hanya karena ilmu pengetahuan telah mendahului dan berdiri pada tingkatan tertentu dimana dimensi kesadaran beserta anatomi biologisnya relative dan cenderung seperti tangga nada dan serupa dengan arah perputaran jam yang selalu kembali pada asalnya dengan nuansa yang terkadang berbeda, akan tetapi hal-hal yang dianggap aneh pun terkadang lahir karena akal, memori, system biologis cenderung menerima dan mengolah informasi yang dianggap wajar dan sudah umum. Manakala informasi terbaru belum terekam dalam memori, keseluruhan biologis perlahan-lahan mencoba menyaring, beradaptasi, dan diam-diam menyimpan informasi tersebut manakala informasi terbaru tersebut bermanfaat dan saling menguatkan dengan informasi yang telah ada dalam memori. Ada pepatah lama mengingatkan bahwa keahlian, kecerdasan, keluarbiasaan tercipta karena ilmu pengetahuan senantiasa berulang-ulang dilakukan dan menjadi sebuah kebiasaan. Ilmu pengetahuan akan hilang, manakala ilmu pengetahuan tersebut ditinggalkan lalu dilupakan. Dulu ada seorang pianis timur dengan struktur anatomi yang kurang sempurna namun karena kesungguhan, pola didik, lingkungan yang dibangun, dan motivasi yang terus-menerus dibangun oleh teman dan orang tuanya, tidak lama beberapa tahun kemudian kemampuannya bahkan hampir bisa disejajarkan dengan pianis senior seperti Stevie Wonder, Indra Lesmana, Idang Rasjidi, atau Jaya Suprana sekalipun. Beberapa penghargaan dalam berbagai bentuk, dalam strategi quantum learning, meskipun seringkali dianggap not update, langkah-langkah tersebut dianggap menjadi sebuah penghantar untuk keberhasilan-keberhasilan selanjutnya.
     Tentu saja cerminan mereka yang sudah dianggap berhasil dalam mengisi perjalanan sejarah bukan hanya semata terlahir di belantara seni saja. Hampir serupa dengan imajinasi yang ditawarkan dalam Doraemon Movie, dalam diri apapun, siapapun, dan kapanpun, memiliki keluarbiasaan tersembunyi yang hanya dapat muncul dan menonjol kemampuannya manakala lingkungan sekitar senantiasa mempertanyakan, menyatakan, dan senantiasa turut mempergunakan kemampuannya tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat. Kantung ajaib Doraemon yang dapat mengeluarkan berbagai alat teknologi tercanggih wah, mungkin saja bisa dianalogikan pada apapun, siapapun dan kapanpun karena lagi-lagi perkenan The Wise of God, akal sehat transfer ilmu dan teknologi, atau selebihnya karena perkenan system beserta komponen-komponennya. Diluar itu mungkin saja bisa dianggap sebagai sebuah asumsi atau keluarbiasaan yang mesti dianalisis dan diuji hingga metamorfosa keadaannya. [af]