Statistik Blog

Sabtu, 01 Maret 2014

APALAH GUNANYA






Apalah gunanya kau memandang wajahku penuh rindu,
sebab seluruh tubuhmu adalah tubuhku jua.
Atau bahkan tentang tarikan nafas halusmu pun aku jelas mengetahuinya.
Ini tentu bukan tentang hilir mudiknya bayang-bayang yang selalu menghantui,
memenjarakan, membebaskan, menafakuri, atau bahkan kau biarkan leluasa,
hanya sekadar untuk  memandang kembali dunia kini. Lalu biarlah esok, adalah
tubuh-tubuhku yang lain untuk kembali berdialog tentang apapun.

Apalah gunanya kau berbicara  padaku penuh makna,
sebab ruang dan waktumu adalah ruang dan waktuku juga.
Atau bahkan tentang lincahnya kesadaranmu pun aku lebih memahaminya.
Ini tentu bukan tentang usia, ketaksengajaan, atau tentang takdir dan nasib yang sering 
mampir tak sengaja untuk dilakoni kembali. Lalu karena alasan ini itu, mimpi-mimpi pun
dipertanyakan.  Waktu, ruh, keinginan, kenyataan, kepasrahan, kealpaan pun
terus-menerus menghampiri dan terus menghampiri.

Apalah gunanya kau mendengar padaku penuh harap,
sebab dugaan-dugaanmu terdahulu adalah dugaan-dugaanku jua.
Ini tentu bukan tentang awal atau akhir sebuah perjalanan, atau tentang sesuatu yang tak
pernah terduga sedikitpun, sehingga  drama kau duga nyata, atau sebaliknya kenyataan,
kau duga drama yang mengasyikkan lagi melancarkan kembali urat-urat syaraf  tubuh,
meskipun esok entahlah. Sebab perjalanan kemarin atau kini, sudah cukup kiranya
untuk meniru lagi rayapan waktu yang tak bosan-bosannya mengiringi semesta. [af]