Statistik Blog

Jumat, 11 Oktober 2013

Corporation Building Character




        Jepang dulu hingga kini pernah dicap sebagai negara yang kuat dalam individual skill namun agak lemah dalam hal konfigurasi system atau kekuatan sebuah organisasi. Produk-produk yang berlabelkan negara matahari terbit ini adalah karya tangan anak pribumi sendiri hingga ratusan bahkan ribuan label produk jepang sudah tidak asing lagi dikonsumsi hingga Indonesia sendiri. Selain produk-produk teknologi, dulu pernah booming di tataran teknologi cinema seperti film Oshin misalkan, sebuah rekaman riwayat perjalanan hidup yang kental dengan perjuangan mempertahankan dan menjalani gaya hidup dari kehidupan bawah hingga papan atas namun penuh dengan romantika dan kebersahajaan yang luar biasa.
          Tidak jauh berbeda dengan negara sekelas China, negara ini pun pernah mengalami hal yang serupa. Produk-produk teknologi China hingga kini sangat menggurita di setiap lini pasar teknologi informasi. Seandainya berkunjung ke counter-counter handphone, cobalah sekali-sekali membaca made in-made in yang tertulis di sebuah alat teknologi maupun lembaran kertas kecil, produk-produk China begitu akrab dan mudah sekali untuk dibaca. Selain merambah ke produk farmasi, China sanggat unggul dalam membangun kebudayaan dan sebuah tradisi lokal. Tembok besar China misalkan, adalah salah satu hasil karya kesungguhan seluruh rakyat China yang konon dulu dijadikan sebuah benteng pertahanan dalam hal pertahanan militerisme. Selain dijadikan sebagai salah satu keajaiban dunia, tembok China mempunyai nilai sejarah tersendiri yang menyentuh, bukan hanya berskala nasional namun menjadi sebuah museum dunia yang sangat dibanggakan sebagai bagian dari warga dunia. Tokoh yang sangat akrab dengan kebudayaan Arab selanjutnya terutama dalam membangun kerjasama dalam hal perdagangan adalah kehebatan Pangeran Laksamana Cheng-Ho dalam berdiplomasi. Maka tak aneh, dalam literatur Arab, dulu  ada ungkapan, belajarlah ilmu pengetahuan meskipun hingga negeri China.
          Afrika, meskipun negeri ini nampak mungil, jangan salah sumber daya manusianya sungguh sangat luar biasa. Siapa yang tidak kenal Koefi Annan, seorang Sekretaris Jenderal PBB pertama kulit hitam, yang cukup cemerlang dan banyak mengeluarkan kebijakan untuk perdamaian dunia meskipun memang tak sepenuhnya negara-negara lain tidak sedikit yang bersebrangan atas keputusan-keputusannya yang cukup kontroversial. Namun sebaliknya berbeda dengan negara semisal paman Sam AS, negara ini dulu pernah dicap sebagai negara yang kuat dalam konfigurasi system namun agak lemah dalam individual skill. Selain China, AS, termasuk negara yang memiliki hak veto, yang mana keputusan sebelumnya bisa berubah begitu saja lalu menjadi sebuah keputusan lain, hanya karena kekuatan kebijakan veto dari beberapa Negara kuat lainnya. Di sisi lainnya ada sebuah asumsi bahwa sebuah korporasi atau organisasi menguat karena adanya kekuatan Undang-undang, besarnya partisipasi dan tingginya intelegensi rakyat,  kuatnya pengawasan dari berbagai tataran yang diberi tanggung jawab, dan harmonisnya antara pemegang kekuasaan dan mereka yang dipimpin. Satu hal penting lainnya yang selalu dijadikan bahan diskusi adalah pola komunikasi yang semakin cerdas dan semakin difahami oleh berbagai tingkatan dan strata sosial. [af]