Seandainya melihat dari sini, laju sepeda yang datang melesat dari arah barat itu, sebenarnya bukan hanya sekadar sedang menyimpan kelincahan air yang terjun bebas menukik menuju dataran penuh bebatuan dan rerumputan di memori itu. Namun dibalik itu semua adalah sebuah bentuk penyapaan dan kerinduan yang sangat amat pada seorang kawan lama yang mungkin sudah lama tidak bertemu. Dan malam, tentu saja bukan siang. Orang-orang yang sedang berjalan menuju berbagai arah itu, rupanya tak hanya sekadar berjalan, namun ingin juga merasakan bahwa dahsyatnya suasana pegunungan saat itu tidak kalah menariknya dengan luapan dan aksi sepeda yang pemuda tumpangi itu menuju sebuah pinggir-pinggir jalan penuh lubang dan rerumputan. Dia, rupanya seorang pembalap hebat, untuk sekadar sejenak beristirahat.
Sampingnya-sampingnya, bukan hanya jenis musik apa
yang sedang sekumpulan muda-muda itu ingin perdengarkan, namun adalah air-air lincah
dan jernih, sedang bebas menggenangi tenda-tenda sekitar mata kaki hampir serupa
dengan panorama kelincahan air yang sedang terjun bebas dari bukit-bukit tinggi,
lalu air itu untuk beberapa lama menunggu turunnya rumput-rumput kecil laksana
bahan agar-agar yang sering diketemukan di pinggir-pinggir lautan. Kalau jernih
pada akhirnya, biasanya bukan hanya ikan-ikan saja, karang-karang, terumbu
karang, barang-barang berharga pun akan terlihat jelas dan kemana mereka akan menemukan
teman-temannya.
Seperti seorang anak kecil
yang hendak membelokkan sepedanya ke arah kanan, rupanya jalanan kecil itu
cukup baik untuk mengabarkan bahwa selokan-selokan cukup lebar itu ada baiknya
untuk disinggahi, walaupun hanya beberapa menit saja. Dan layang-layang, kalau
tidak salah, pada waktu itu adalah sebuah permainan yang sedang memusim. Jadi, kejadian-kejadian
aneh yang datang dari berbagai sudut-sudut itu, rupanya apapun saat itu, itu
semua seperti kejadian yang biasa-biasa saja. Suasana langit-langit dan
menyelami underwater world ternyata trendnya sama unggul untuk tidak
mengatakan hampir sama. Lalu mimpi-mimpi hingga berbagai bentuk akibat yang selalu
berkeliaran dan bergentayangan di sepanjang waktu, di sepanjang tema, di sepanjang
ilustrasi hingga jadwal-jadwal putar film yang selalu mampir tak sengaja di padatnya
agenda, sudah cukup kiranya menjelaskan bahwa di balik malam selalu muncul
cahaya meskipun datangnya perlahan-lahan. Dan sebuah trend untuk berkeliling dan menyapa kabar dunia, ada cukupnya hanya
membentangkan kertas kotak berukuran mungil saja. [af, dbs]
