Seorang pekerja, memang harus memerankan diri sebagai pekerja
sebaik-baiknya dengan memahami job
description atau langkah-langkah kerja yang telah digariskan oleh seorang
manager atau pimpinan, baik sebuah institusi social ataupun sebuah perusahaan.
Seorang Freelance atau pekerja lepas
memang harus turut lincah dan gesit untuk bersama-sama menciptakan lingkungan
kerja yang kondusif, nyaman, dan
saling membangun serta mengisi hal-hal yang dianggap kurang baik dan tidak
selaras dengan kebiasaan umum. Dan bagi mereka yang sudah ‘melampaui definisi’
tentang sebuah pekerjaan atau mereka yang bergerak di tataran atas, mereka yang
sudah mapan dan nyaman, atau mereka yang sudah memiliki waktu, saat kebanyakan
orang mengejar waktu, cara untuk berbagi memang teramat banyak caranya. Berbagi
gagasan baik-baik, baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan,
melancarkan lahan untuk berusaha, atau cukup tersenyum apa adanya, rupanya
sebuah jalan yang cukup bijaksana dan baik untuk terus menyambut kehidupan,
yang bisa saja diketemukan di dunia nyata maupun dunia on air atau dunia tanpa batas.
Memilah-milih
peran pun memang penting. Aktivitas belajar dengan berbagai macam bentuk dan
orientasinya memang teramat luas. Dan satu hal yang pasti, bahwa belajar itu
memang tak pernah ada akhirnya, selama dunia terus berputar dan selama energy
kebersamaan untuk terus bergerak maju masih terus tetap ada. Selebihnya memang
harus terus pandai-pandai menata-ulang dan memelihara nilai-nilai yang sudah
terbangun masa silam. Dunia humanism
adalah seperti halnya fenomena cinema zathura tempo dulu. Berani melangkah,
harus berani dan selalu siap siaga pula menghadapi warna-warni fenomena yang
kelak muncul tanpa pernah terduga-duga sebelumnya. Dan sepertinya, Bang Putu, juga
lebih mahir, cerdas dan akrab tentang hal-hal seperti ini. (AF)