Perjalanan, menurut pesan
orang-orang bijak, sungguh banyak manfaatnya. Selain menambah ilmu pengetahuan,
pekerjaan, pengalaman, tentu saja hal-hal penting lainnya sering dilupakan oleh
siapapun. Bekerja bersama-sama pun ternyata jauh lebih efektif dibandingkan dengan
bekerja secara sendiri-sendiri. Dan lagi-lagi, tentu saja unggul secara sistimik oriented seringkali diikuti dengan
unggul secara individualism oriented.
Dua pendekatan ini seringkali juga secara transparan ditampilkan oleh berbagai
media elektronik maupun media cetak. Dan anehnya, seakan-akan dua pendekatan
tersebut tidak perlu lagi untuk diperbincangkan lebih jauh lagi. Selain karena unsur
cover both side nya selalu up to date dan cukup harus
membolak-balikkan kamus bahasa asing dan ilmiah, hal yang sungguh luar biasa lagi,
disana-sini, dua kekuatan besar tersebut sudah lama terjadi pembenahan secara
bertahap dan berkesinambungan. Dan ini sebenarnya bukan barang baru. Maka
jangan mengherankan, dunia cinema semakin bersinar, dunia teknologi semakin
membesar, dunia healthy living semakin memiliki kedudukan di hati masyarakat.
Sebenarnya cerita ini sudah usang.
Namun setidak-tidaknya dari setiap sudut tempat, mulai dari kalangan bawah
hingga kalangan atas, dimana kebebasan untuk berekspresi semakin meluas,
terbuka dan terfilterisasi, justru kekayaan ini adalah sesuatu hal yang sering
diabaikan begitu saja. Padahal bangunan kebersamaan dan kekuatan untuk maju selalu
bermula pada hal-hal yang terkecil sekalipun. Dan yang lebih penting lagi dari
itu semua, bahwa bola memang selalu tidak pernah bergerak mendahului, selain
karena perkenan peluit wasit, dan kebersamaan waktu tentunya. Selain itu, siapapun memang boleh
mendeskripsikan ulang suasana, hingga menjadi sebuah rule
of the game yang cantik dan bergengsi. Selebihnya memang siapapun berkecenderungan untuk mengapresiasi ulang tentang realitas apapun yang layak untuk diapresiasi. (AF)