Saya
sebenarnya sudah menulis sebuah otobiografi sekitar tahun 2000-an sebagai
sebuah kado ulang tahun bagi saya sendiri. Saya memang seorang yang sedikit
aneh menurut cerita orang tua dan menurut cerita dari sebuah ahli ramal dari
China sana. Saat menjelang lahir, kepala saya katanya susah dan sulit diketemukan. Entah
bersembunyi dimana, semua orang pada ribut. Mungkinkah seekor ular? Selain
tubuh saya tidak pernah diam, kata ibu dan seorang paraji di sebuah
perkampungan, almarhumah nek Epong namanya, saya katanya orang yang baru
pertama kali ditemukan sebagai pasien yang terasa aneh. Namun pada akhirnya
prediksi ibu meleset. Saya lahir sempurna dengan rambut-rambut saya yang tampak
keriting dan hitam. Sedangkan menurut pandangan ahli ramal tangan, bentuk
tangan saya memang sedikit aneh dari segi seksualitas. Dari hal kesuksesan, saya
katanya tergolong orang yang seperti bentuk zig-zag. Turun naik mengalami
kesuksesan dan kegagalan yang terus-menerus. Nyatanya, memang cerdik orang itu. Beberapa puluh kali having error in the world of love, saya kira hal yang lumrah dan wajar seperti halnya siapapun terlanjur dalam menekuni sebuah karir. Aktor Barat bilang, ada uang ada sexuality, tidak ada uang tidak ada
sexuality. Entahlah sekarang. Karir saya memang terbilang unik dan cukup membanggakan.
Saya mungkin 'agak jenius'. Kalau diperhatikan jejak hubungan sosial saya,
saya selalu dipersatukan dengan orang-orang hebat yang lebih tua dari postur tubuh maupun usia. Urusan tulis-menulis,
beberapa artikel ringan saya, pada akhirnya mesti sebentar mampir di beberapa media surat kabar dan
majalah ternama karena mungkin sedikit banyak termotivasi oleh mereka. Kini tulisan saya lebih berfokus pada Blog yang bersifat gratisan
namun daya jangkauannya cukup luas. Peta Blog saya memang orang-orang dari Benua
Eropa dan Australia yang saya kemas
dengan bentuk resensi, artikel, dan catatan harian. Saya mungkin sedang belajar mengantri untuk mendapat giliran hidup normal seperti halnya teman-teman dan saudara saya yang lebih dulu sukses dan berhasil. Itulah kenapa saya terus berusaha.
Sepertinya saya mau pindah kembali.
Saya memang harus terus belajar bersyukur, mencintai saya sendiri, keluarga, teman-teman, dan saudara-saudara terdekat dan terjauh saya. Saya rasa Tuhan memiliki 'Rule of The Game' tersendiri yang anggun dalam memperlakukan hamba-hambaNya. Saya berharap semoga rencana kepindahan ini
membawa berkah bagi saya sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitarnya. Saya rasa, dunia
memang luas dan terasa terus semakin memendek jaraknya. ***